MAJALENGKA, (FC).- Dalam kurun waktu 2017-2019, angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka mengalami penurunan, yakni 150.260 jiwa atau 12,60 persen, pada tahun 2017 menjadi 129.290 jiwa atau 10,79 pada tahun 2018 dan akhirnya menjadi 121,060 jiwa atau 10,06 persen pada tahun 2019.
Sementara, pada tahun 2019, angka harapan lama sekolah pun meningkat menjadi 12,21 tahun. Angka itu dapat didefinisikan bahwa anak usia 7 tahun di Majalengka memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,21 tahun, sehingga angka tersebut meningkat sebesar 0,02 tahun dibandingkan pada tahun 2018.
Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi menyampaikan, dalam mewujudkan pembangunan terarah dan terencana, perlu perencanaan yang matang antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten melalui Musrenbag RKPD dan program-program unggulan, seperti pariwisata yang merupakan prioritas pembangunan di Kabupaten Majalengka.
Tiga daya dukung kuat untuk Kabupaten Majalengka, yaitu pendidikan, kesehatan, dan budaya pariwisata. Di luar prioritas melalui forum musrendus, musrendes, dan juga musrenbang, ada 1.240 usulan sekitar Rp7,7 triliun.
“Saya sebagai bupati, tidak membatasi berapa banyak usulan yang bisa disampaikan untuk mewujudkan Majalengka Raharja,” kata Karna setelah menggelar Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 di Gedung Yudha, Kabupaten Majalengka , Selasa, (17/03).











































































































Discussion about this post