KAB.CIREBON, (FC).- Stadion Watubelah saat ini tengah menjadi tempat kebanggan warga Kabupaten Cirebon untuk melalukan aktivitas olahraga, baik di pagi maupun sore hari.
Namun, antusiasme masyarakat gemar berolahraga tersebut malah dimanfaatkan oleh oknum tukang parkir liar yang mematok tarif parkirnya dengan harga yang tak wajar.
Salah satu warga yang sering berolahraga di kawasan Stadion Watubelah, Baihaqi (32) mengaku kecewa dengan tarif parkir yang dinilainya terlalu mahal di lokasi sarana milik pemerintah itu.
“Ini tarif parkirnya sudah tidak wajar. Masa parkir motor dikenakan Rp3000 dan mobil dikenakan Rp5000. Ditempat lain itu masih Rp2000 loh. Ini sarana milik pemerintah malah mahal,” kata Baihaqi.
Baihaqi berharap pemerintah turun tangan untuk memastikan tarif parkir di fasilitas umum seperti Stadion Watubelah ini tetap sesuai dengan peraturan daerah.
Terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah mengaku terkejut. Ia menegaskan bahwa dinasnya tidak pernah mengelola parkir di kawasan Stadion Watubelah.
“Saya baru tahu informasi soal ini, karena kami memang tidak mengelola parkir di stadion itu,” tegasnya.
Hilman menyebut, berdasarkan peraturan daerah, tarif parkir resmi adalah Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat. Dengan demikian, tarif Rp3.000 yang dikenakan untuk sepeda motor di Stadion Watubelah melanggar ketentuan. “Kalau tarifnya melebihi yang ditentukan, itu jelas sudah melanggar aturan,” tegasnya.
Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon akan memanggil pengelola Stadion Watubelah untuk dimintai keterangan. Pasalnya, instansi terkait (Dinas Pemuda dan Olahraga) belum pernah mengajukan atau permintaan secara resmi untuk mengelola parkir di lokasi stadion tersebut.
Bahkan, lanjut Hilman, pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan ini dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menertibkan praktik parkir liar di area tersebut. (Ghofar)















































































































Discussion about this post