KOTA CIREBON.- Pemandangan layaknya musim kemarau nampak terlihat saat ini. Para Ibu-ibu warga Kampung Cangkol Kelurahan Lemahwungkuk Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra demi memenuhi kebutuhan air untuk sehari-hari.
Sudah sekitar satu pekan lamanya, warga Kampung Cangkol dan Kesunean yang menjadi pelanggan PD Tirta Giri Nata harus mengalami krisis air. Pasokan air dari PD Tirta Giri Nata tidak mendapatkan air. Dengan sangat terpaksa, mereka harus mencari air sendiri dari sumur menggunakan jerigen untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Ariyanto (39), warga RW. 06 Cangkol Selatan menyesalkan dengan sikap PDAM yang tidak kunjung selesai mengatasi kelangkaan air yang dialami oleh warga Cangkol khususnya wilayah Pesisir. Dirinya beserta warga lainnya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan air untuk mandi cuci dan minum.
“Jaman sudah merdeka kok kita masih ngangsu (ngambil) air dari sumur. Padahal setiap bulannya kita masih bayar kalau telat kena denda,” ujarnya kepada FC saat ditemui di rumahnya RW. 06 Cangkol Selatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, Minggu (15/3).
Ia harus rela merogoh kocek lebih untuk menyuruh orang mengambil air. Bahkan tak jarang mereka membeli air dari pedagang keliling itupun hanya untuk mandi. Sedangkan untul minum, dia harus membeli lagi air isi ulang galon.
“Kurang lebih 30 ribu rupiah perhari yang kita keluarkan, kalau ngga ya kita cari ambil sendiri dari sumur. Itu juga kalau tenaganya kuat,” tuturnya.
Candra (34), warga RW. 05 Cangkol Tengah juga mengalami hal yang sama. Dirinya beserta keluarga harus mengambil air dari sumur yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya. Dirinya harus menggunakan gerobak untuk mengangkut air dari sumur untuk kebutuhan rumah tangga.
“Setiap malam saya harus begadang nungguin air, tapi airnya malah nggak ngocor (ngalir). Jadi ya terpaksa ambil dari sumur,” katanya.
Ada sekitar 6000 Kepala Keluarga untuk wilayah Trio Cangkol, kuramg lebih ribuan rumah yang ada tidak mendapat pasokan air dari PD Tirta Giri Nata selama satu minggu lebih.
Berdasarkan informasi yang diterima FC, PD Tirta Giri Nata Kota Cirebon baru memberikan bantuan air bersih sebanyak 2 mobil tangki. Bila dihitung, dari 2 tangki yang didatangkan belum mampu memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat di tiga RW. Karena yang diberikan oleh PDAM hanya sebanyak 1600 Liter Air.
Sementara untuk kebutuhan air per rumah per hari rata-rata membutuhkan air sebanyak 50 liter untuk kebutuhan mandi dan cuci. Seperti diketahui, PD Tirta Giri Nata Kota Cirebon sedang membangun reservoar yang berlokasi di daerah Plangon Kabupaten Cirebon, dari reservoar yang berkapasitas 9000 meter kubik ini diklaim bisa memenuhi pelangan PDAM selama minimal 20 jam. Namun sampai dengan saat ini, reservoar yang digadang-gadang akan bisa memenuhi kebutuhan pelanggan belum kunjung selesai. (Muslimin)











































































































Discussion about this post