Atau dengan kata lain, para santri tidak keluar masuk lingkungan pesantren dan hanya berinteraksi dengan kalangan di pondok pesantren saja, tidak dengan masyarakat luar.
“Tetapi sebelum masuk ke pondok pesantren aturannya ketat harus ada keterangan dari daerahnya yang menyatakan ia sehat, tidak boleh ada yang menjengguk lagi, tidak boleh masuk lagi, ini sudah diatur dan SOP-nya sudah jelas,” ujar dia.
Dalam rangka menguatkan protokol kesehatan di Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum juga mengaku sudah bertemu dengan 4 kelompok kiayi di bagian timur, barat, selatan dan utara Jawa Barat.
Hal serupa juga dilakukan terhadap Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk bersama-sama menguatkan protokol kesehatan di Jawa Barat.
“Termasuk para pendeta yang jumlahnya hampir 300 pendeta di Jabar yang mewakili 27 kota/kabupaten sudah berkomunikasi dengan saya,” ujarnya.
“Saya menyampaikan ini tentang protokol kesehatan supaya semua memahami jangan karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut jadi leluasa tapi kan ada Adaptasi Kehidupan Baru (AKB),” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post