KAB. CIREBON, (FC).- Selain untuk pejabat pelayan publik dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon, vaksinasi tahap kedua ini menyasar lansia juga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, vaksinasi untuk lansia tersebut masih harus menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
“Khusus lansia belum dilaksanakan karena menunggu instruksi dari Pemprov,” kata Enny Suhaeni kepada wartawan.
Ia menjelaskan, capaian vaksinasi pelayanan publik pada tahap pertama mencapai 17.944 orang atau 11,3 persen.
Sedangkan pada vaksinasi dosis kedua ini, capaianya baru sebanyak 2.390 atau 1,5 persen.
Diakui Enny, rendahnya sasaran vaksinasi tahap kedua terbilang sedikit. Pasalnya, jumlah vaksin yang diterima dari Pemprov Jabar baru sebanyak 73.600 vaksin.
“Dari total sasaran sebanyak 365.925 orang pada tahap kedua ini, kita baru menerima 73.600 vaksin. Jadi kekurangannya masih banyak, kurang lebih 300.000 vaksin,” kata Enny.
Selain itu, rendahnya capaian vaksinasi juga disebabkan karena datanya diambil dari Komisi Penanggulangan Covid Penanganan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Bahkan, ada sebagian data yang masih dilakukan manual. Sehingga, belum semua data masuk ke Dinkes Kabupaten Cirebon.
Meski demikian, ia memastikan vaksin akan segera datang lagi pada minggu ini. Karena seperti yang sudah berjalan, datangnya vaksin memang dilakukan secara bertahap.
Masih menurut Enny, ada sekira 20 orang yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pasca disuntik vaksin.
Gejala paling umum yang dialami adalah panas dan mual. Namun, semua bisa diatasi oleh tenaga kesehatan di Puskesmas. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post