KAB. CIREBON, (FC).- Menyusul keresahan masyarakat dan pengguna jalan akan stockpile batubara di wilayah Kecamatan Pangenan membuat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan sidak langsung ke lokasi, Senin (22/3).
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Deny Nurcahya mengungkapkan, dari hasil pantauan langsung di lapangan memang didapati banyaknya debu batubara yang berceceran di sepanjang jalan pantura wilayah Kecamatan Pangenan.
Menurutnya, penyebab utama adalah berawal dari kondisi stockpile yang berlumpur atau becek yang dilintasi mobil pengangkut batubara dan menempel di roda.
Saat memasuki jalan utama pantura, kotoran yang menempel di roda mobil pengangkut batubara menempel di sepanjang jalan.
“Kita lihat, penyebabnya dari ban mobil pengangkut batubara yang menempel, kemudian tercecer di jalan raya. Perusahaan sudah ada upaya dengan melakukan pengerukan, kemudian dikumpulkan dalam karung, selanjutnya kami tekankan agar perusahaan melakukan penyemprotan roda mobil sebelum keluar ke jalan raya,” paparnya.
Senada juga disampaikan Kabid P2DL pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Yuyu Jayudin.
Pihaknya sebelum pandemi Covid-19 sering melakukan pemantauan.
Menurutnya dalam matrix UKL-UPL keberadaan stockpile batubara, diantaranya agar memasang jaring sekeliling stockpile, dan hampir semua dari sekitar 11 stockpile yang ada belum melakukannnya.
Akunya, atas kejadian yang dikeluhkan masyarakat, pihaknya akan segera melayangkan surat edaran dan teguran, agar setiap stockpile melakukan apa yang tercantum dalam matrix UKL-UPL.
“Kita akan melayangkan surat edaran dan teguran kepada semua stockpile batubara, agar melaksanakan apa yang tercantum dalam matrix UKL-UPL,” terangnya.
Sementara, salah satu perwakilan perusahaan stockpile natubara dari PT.MBA, Jun mengungkapkan, diakuinya pada tahun-tahun sebelumnya memang terjadi hal serupa.
Tetapi kondisinya tak separah saat ini. Selaku perusahaan juga menyadari jangan sampai masyarakat sekitar mengkomplain perusahaannya.
Untuk itu pihaknya melakukan upaya dengan melakukan pengerukan secara berkala terhadap batubara yang tercecer di jalan raya.
Pihaknya juga telah mengusulkan agar pintu keluar masuk kendaraan sampai timbangan untuk dilakukan betonisasi, agar kondisinya tidak becek ketika musim hujan tiba.
“Kalau mobil yang akan keluar kita semprot, tapi kondisinya belum dibeton, nanti justru yang ada tambah becek, sementara ini kita melakukan penanggulangan pengerukan setiap saat batubara yang tercecer di jalan raya tersebut,” ungkapnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post