“Karena air nya dari irigasi Cikeusik, panennya bisa sampai 3 kali, kita juga buat sodetan dari saluran air sekitar 300 meter supaya masuk ke tanah titisara yang digarap oleh masyarakat. Pembuatan saluran menggunakan Program Padat Karya dari Dana Desa,” jelasnya.
Selama ini, dikatakannya pengadaan air sawah menggunakan pompa air, sekarang setelah dibangun, saluran lebih dekat dan mengurangi biaya operasional petani.
“Setelahnya dibangun saluran air, warga yang bertani bertambah, dengan adanya pemerataan pembagian lahan yang disewakan ke warga (petani), dengan harga yang lebih rendah,” ujarnya.
Ditambahkannya lagi, untuk menjalankan visi misi Kuwu, salah satunya adalah sektor pertanian, yang diharapkan selain bisa mensejahterakan para petani, juga mampu meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) Waleddesa.
“Kedepan masyarakat menginginkan lahan yang digunakan untuk tebu bisa dimanfaatkan atau dikelola oleh pertanian,” jelasnya.
Halwani berharap kedepan di bidang pertanian lebih difokuskan agar masyarakat bisa bekerja di desa sendiri, hasil pertanian melimpah dan meningkat, jangan keluar desa. “Sekarang bermunculan petani petani baru, Waleddesa bisa lebih baik dan maju kedepannya,” pungkasnya. (Harun)












































































































Discussion about this post