Sehingga hasil pertanian dari 172 hektar tersebut, hanya menghasilkan produksi pertanian sebanyak 48 Ton pertahunnya. Sebagai perbandingan, kebutuhan hasil pertanian atau pangan untuk penduduk Kota Cirebon mencapai 91 ton perbulannya.
Hal ini, kata dia, jelas sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk Kota Cirebon. Tapi hal ini bisa tertutupi dengan pasokan yang melimpah dari wilayah sekitar Kota Cirebon. Yang merupakan sentra pertanian di Jawa Barat bahkan nasional.
“Jadi ketersediaan pangan khususnya beras, Kota Cirebon mendapatkan suplai dari wilayah sekitarnya. Seperti dari Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Majalengka. Suplai yang masuk sekitar 500 ton perbulannya, ini sudah bisa mencukupi stok bahan pangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Lahan Pertanian di Kota Cirebon Makin Menyusut
Nilai 500 ton suplai beras ini, lanjutnya, berdasarkan hasil survei pihaknya kesejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon. Diantaranya Pasar Induk Jagasatru, Pasar Pagi dan beberapa distributor penjual beras yang ada.
Diakuinya, arah pembangunan Kota Cirebon adalah sebagai kota perdagangan dan jasa. Karena itu, sebagian hasil panen dari wilayah sekitarnya masuk ke Kota Cirebon untuk diperdagangkan, baik di pasar maupun tempat lainnya.
“Kota Cirebon itu adalah kota perdagangan dan jasa. Hasil panen dari daerah wilayah sekitar itu muaranya ke Kota Cirebon. Jadi stok pangan kami rasa cukup aman dan tidak kekurangan, terutama untuk beras,” pungkasnya. (Gus)
















































































































Discussion about this post