KOTA CIREBON, (FC).- Dengan luas wilayah yang hanya 3.735 hektar, Kota Cirebon bukan tempat yang ideal untuk lahan pertanian. Namun siapa sangka, dengan keterbatasan lahan dan sedikitnya warga yang berprofesi sebagai petani, Kota Cirebon masih bisa menghasilkan beras.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon, Yati Rohayati mengatakan, luas lahan pertanian di Kota Cirebon mengalami penyusutan. Dimana sebelumnya tercatat ada 175 hektar, saat ini berkurang 3 hektar menjadi 172 hektar.
“Luas lahan pertanian di Kota Cirebon dari tahun ke tahun semakin menyusut. Penyusutan lahan pertanian ini diakibatkan alih fungsi lahan untuk permukiman dan penggunaan lainnya,” jelas Yati kepada FC, Minggu (13/9).
Lahan pertanian itu tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Harjamukti berada di sekitar Pegambiran dan Lemahwungkuk berada di Kalijaga dan Argasunya. Sebagian kecil ada juga di Kecamatan Kesambi.
Dari data yang ada, tidak semua lahan pertanian tersebut digunakan untuk bertani atau memproduksi hasil pertanian. Karena ada lahan pertanian yang tidak ditanami padi atau palawija, lahan tersebut dibiarkan pemiliknya. Kemungkinan karena kesulitan mendapatkan air untuk irigasi pertanian atau sebab lainnya.
















































































































Discussion about this post