Lebih jauh Sutrisno berharap kepada masyarakat Kabupaten Majalengka harus gemar memakan ikan sebagai kosumsi sehari hari, karena gizi yang terkandung di dalam ikan tersebut sangat tinggi dan sangat dibutuhkan untuk kesehatan, dibanding dengan protein yang lainnya seperti daging dan telur.
Disamping tinggi gizinya harganyapun relatif murah dibanding daging ayam atau daging sapi. “Dari itu saya menyarankan agar para penyalur BPNT menggantikan daging atau telur dengan ikan, tujuannya agar program pemerintah tentang Gemari bisa sampai ke masyarakat lapisan bawah,” ujar Sutrisno.
Dijelaskannya, kalau penyalur BPNT mengganti daging dengan ikan disetiap bulannya, maka para penerima BPNT akan menerima protein lebih banyak. Karena harga ikan lebih murah dibanding daging ayam atau daging sapi.
“Kalau himbauan ini dipatuhi oleh para penyalur BPNT, maka akan semakin banyak masyarakat yang mengkondumsi ikan, dan ini sangat membantu program pemerintah dalam hal peningkatan gizi masyarakat,” pungkas Sutrisno.
Terpisah, Wira, seorang warga Desa Wanasalam, selaku penerima BPNT sangat setuju manakala daging atau telor yang biasa diterima dari E warung atau penyalur BPNT di setiap bulannya, diganti dengan ikan. Disamping harganya murah, ikan juga sangat gurih serta tidak mengandung resiko untuk kesehatan. (Munadi)
















































































































Discussion about this post