KAB.CIREBON, (FC).- Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gebang bernama Rona Esih (16) warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dilaporkan hilang dan belum ditemukan sejak sepuluh hari terakhir.
Kabarnya, Rona Ecih waktu itu pergi membawa sepeda motor dengan alasan tugas Kerja Kelompok pada Minggu (19/10) lalu, namun hingga kini tak kunjung pulang. Pihak keluarga akhirnya melaporkan ke Polsek Gebang, Senin (27/10).
Paman korban, Wahyudin kepada FC, Selasa (28/10) menjelaskan, dirinya baru mengetahui bila korban sudah tidak ada di rumah lebih dari seminggu. Hal itu membuat dirinya mempertanyakan kepada nenek korban yang satu rumah dengan korban, karena ibu korban atau adik dari Wahyudin, saat ini masih berada di negara Hongkong sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dirinya merasa kaget lantaran kejadian ini sudah yang ketiga kalinya, namun kejadian pertama dan kedua, korban meninggalkan rumah cuma sehari dan ketika ditelpon, paginya pulang.
Namun berbeda dengan kejadian ketiga kali ini, korban yang berangkat minggu pagi (19/10) sekitar pukul 06.00 WIB dengan alasan kerja kelompok sekolah ternyata sudah hampir 10 hari tak kunjung datang sehingga pihak keluarga melaporkan ke Polsek Gebang.
“Saya coba hubungi dia lewat chat WhatsApp, bahwa neneknya sedang sakit dan dirawat rumah sakit, tapi hanya sebatas dibaca tidak pernah membalas dan ketika ditelepon pun tidak pernah meresponnya,” terangnya.
Sebagai saudara korban, dirinya merasa was-was karena saat pergi, korban membawa handphone dan sepeda motor. Ia juga sempat menelusuri teman-teman korban, informasinya korban tidak ingin melanjutkan sekolah lagi dan katanya saat ini sudah bekerja dan korban memberitahu bahwa korban juga akan pulang untuk mengambil pakaian untuk di tempat kerjaan baru saat ini.
“Namun ketika dihubungi karena tak kunjung korban hanya membalas alasannya hujan, sehingga tidak bisa pulang dan nanti pulangnya kalau tidak hujan. Saya khawatir yang membalas adalah pacar korban karena setiap ditelepon tidak pernah merespon,” ungkapnya.
Sementara Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, melalui Kapolsek Gebang AKP Wawan Hermawan, menjelaskan kronologis kejadian. Rona Esih, yang berpamitan untuk belajar kelompok pada Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 06.00 WIB, hingga kini Selasa, 28 Oktober 2025 belum kembali ke rumah.
“Pada tanggal 19 Oktober, Rona izin kepada neneknya, Warniti, untuk belajar kelompok dengan teman-temannya. Sejak saat itu, kami terus berupaya mencari informasi, baik dari teman-teman sekolah maupun tetangga, namun belum ada titik terang mengenai keberadaan Rona,” ujar AKP Wawan Hermawan.
Pihak kepolisian juga tengah berupaya melacak jejak digital melalui ponsel yang dibawa oleh Rona. Laporan resmi terkait hilangnya Rona Esih telah diterima oleh Polsek Gebang pada 27 Oktober 2025.
“Kami telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap teman-teman Rona, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, informasi mengenai hilangnya Rona juga telah disebarluaskan melalui media,” lanjutnya.
Kapolsek Gebang pun mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Rona Esih untuk segera menghubungi pihak desa, yaitu Mandor Desa Gebang Kulon, atau langsung ke Polsek Gebang.
Kejadian ini bukan pertama kalinya dialami oleh Rona. Sebelumnya, ia pernah menghilang selama 3-4 hari. Dan saat itu, Rona Esih pulang dengan sendirinya dan mengaku berada di rumah temannya di wilayah Kuningan.
Pihaknya juga berencana menelusuri kemungkinan keberadaan Rona Esih di Kuningan meskipun keberadaan teman di Kuningan masih minim informasi.
Pihak kepolisian terus berupaya melakukan pencarian dan berharap Rona Esih dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami akan menelusuri kembali ke Kuningan, meskipun saat ini belum diketahui pasti lokasi tepatnya,” pungkasnya. (Nawawi)


















































































































Discussion about this post