MAJALENGKA, (FC).- Munculnya Tol Cisumdawu yang akan mulai beroperasi penuh dalam waktu dekat, tak membuat puas sejumlah pihak.
Khususnya, bagi mereka yang mengetahui persis letak geografis wilayah Majalengka. Diketahui, Tol Cisumdawu akan menghubungkan Bandung – Sumedang – Majalengka yang hanya memakan waktu perjalanan kurang lebih 45 menit.
Namun hal itu, dipandang belum optimal bagi akademisi di Majalengka, Diding Bajuri. Pria yang juga Ketua ICMI Organisasi Daerah (Orda) Majalengka itu menilai, Tol Cisumdawu sejatinya hanya menjadi penghubung masyarakat di kota besar bagi Bandara Kertajati. Tapi bagi masyarakat yang berada di wilayah selatan seperti Ciamis dan Tasikmalaya, hal itu tak akan dirasakan.
“Urgensi-nya perlu ada tol sebagai poros penghubung antara wilayah utara dan wilayah selatan, sehingga revitalisasi BIJB akan lebih optimal, baik sebagai bandara penumpang biasa dan haji atau umrah serta bagi angkutan cargo. Mobilisasi penumpang dan barang dari wilayah selatan Jabar ke wilayah utara dan sebaliknya kurang representatif, karena jalannya kurang lebar, berliku serta turun naik. Jika ada tol baru penghubung selatan utara persoalan tersebut dapat terjawab,” ujar Diding kepada wartawan, Sabtu (28/1).
Ia pun mengusulkan, jika pemerintah memang berencana membuat tol yang dimaksud, nama Tol Macita dirasa bagus. Adapun, Macita sendiri merupakan singkatan dari Majalengka – Ciamis- Tasikmalaya.
“Jadi sebuah pandangan ke depan, perlu ada tol penghubung Majalengka, Ciamis, Tasikmalaya ( Tol Macita) yang akan menjadi poros penghubung wilayah utara dan selatan. Dengan adanya Tol Macita, maka akses transportasi barang dan orang dari utara selatan maupun sebaliknya khususnya jemaah haji dan umrah dari kawasan Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya menuju BIJB akan lebih cepat dan mudah,” ucapnya.
Tak hanya itu, adanya tol tersebut juga akan berdampak pada sektor lainnya.
Khususnya, sektor pariwisata dan perdagangan. “Lebih dari itu, sektor-sektor lainnya, pariwisata, perdagangan dan lainnya akan turut terdongkrak secara positif,” jelas dia.
Wacana adanya Tol Macita, disambut baik berbagai pihak, salah satunya Hasanudin warga Cikijing. Dirinya sangat setuju andai setelah beroperasinya tol Cisumdawu, yang menghubungkan Bandung – Majalengka, masyarakat di wilayah Majalengka selatan juga berharap juga dibangun Tol Macita yang nantinya menghubungkan Majalengka – Ciamis dan Tasikmalaya.
Karena warga yang tinggal di Ciamis dan Tasikmalaya masih sangat jauh jaraknya manakala harus ke BIJB Kertajati.
“Ya sangat setuju aja andai nanti ada jalan tol yang menghubungka Majalengka-Ciamis dan Tasikmalaya. Karena jalan yang sekarang ada masih jauh dari kata sempurna, di samping jalannya berbelok-belok, juga jalan Majalengka – Ciamis dan Tasikmalaya masih diketemukan banyak jalan yang rusak serta rawan longsor,” pungkas Hasanudin. (Munadi)
















































































































Discussion about this post