KAB. CIREBON, (FC).- Angka Stunting di wilayah Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dari 26,5 persen kini 18 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Hj Neneng Hasanah, kemarin.
Menurutnya, penurunan tersebut berkat kerjasama semua pihak dalam penganganan stunting di Kabupaten Cirebon. “Alhamdullilah stunting ada penurunan, ini berkat kerjasama semua pihak,” kata Neneng.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2023 ini, pihaknya akan mencari inovasi agar capaian penurunan stunting di Kabupaten Cirebon bisa turun hingga 2024 mendatang. “Di tahun 2023 Kabupaten Cirebon sudah mendapatkan inovasi dari Provinsi Jabar itu untuk gizi balita stunting, sedangkan untuk di tahun 2024 kita juga ada inovasi itu namanya banting setir (bersama atasi stunting melalui skrining terintegrasi),” katanya.
Neneng menyebut, screening terintegrasi dilakukan mulai dari remaja putri, ibu hamil hingga ibu melahirkan dan balita. “Jadi remaja-remaja putri itu tentunya selain diberikan tablet tambah darah juga dilakukan screening pemeriksaan HB dan screening kecacingan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Neneng mengatakan pemeriksaan kepada remaja putri dilakukan karena nanti cikal bakal menjadi wanita usia subur dan menjadi calon ibu.
“Jadi jangan sampai, baik remaja putri maupun calon ibu dan ibu hamil ini menderita kurang energi kronis yang salah satu penyebabnya adalah anemia,” katanya.
Terkait maksimalnya bapak asuh stunting, kata Neneng, mereka sangat berperan aktif untuk menjaga balita untuk menjadi sehat dan tercukupi gizinya.
“Bapak asuh itu kan memang bagian dari konvergensi untuk penurunan stunting, jadi nanti ya akan kita optimalkan kembali, jadi memang bapak asuh ini baik institusi maupun perorangan yang memang mampu untuk membantu kepada sasaran-sasaran yang stunting di Kabupaten Cirebon,” katanya.
Seperti diketahui Pemerintah Jawa Barat mencatat kalau kasus Stunting di wilayahnya mengalami penurunan, dari 31,5 persen kini sudah mencapai 20,2 persen.
“Saya laporkan juga penurunan stunting di Jawa Barat luar biasa dari 31,5 persen sekarang tinggal 20,2 persen. Jadi sudah turun 11, 3 persen. Mudah-mudahan seiring waktu dua hingga tiga tahun kita bisa mendekati nol untuk stunting yang menjadi problem bangsa ini dalam meraih SDM berkualitas,” kata Gubernur Jawa Barat saat berkunjung ke wilayah Kabupatem Cirebon. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post