KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 23 anak penyandang tuna netra dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan berenang di kolam renang Hotel Purnama Mulia, Sabtu (11/4).
Kegiatan yang digagas Rumah Sahabat Qur’an Kuningan bekerja sama dengan Netra Berkah Mandiri tersebut menjadi pengalaman pertama bagi sebagian peserta untuk berinteraksi langsung dengan air kolam.
Dengan pendampingan relawan, para peserta perlahan menyesuaikan diri. Rasa ragu yang sempat muncul di awal mulai sirna seiring mereka mencoba menyentuh air dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Sejumlah peserta tampak berhati-hati saat pertama kali memasukkan tangan ke dalam air. Namun, suasana perlahan berubah menjadi penuh keceriaan setelah mereka mulai merasa nyaman. Tawa pun pecah, menandai keberhasilan mereka mengatasi rasa takut.
Pembina Rumah Sahabat Qur’an, Hj. Evi Sovia Marzuki, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan ruang kebahagiaan sekaligus pengalaman baru bagi anak-anak tuna netra.
“Kami ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan kebahagiaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini Rumah Sahabat Qur’an secara rutin menggelar pembinaan setiap akhir pekan. Kegiatan tersebut meliputi pembelajaran huruf braille, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, hingga pelatihan seni hadroh.
Menariknya, proses pembinaan juga melibatkan sekitar 10 tenaga pengajar yang merupakan penyandang tuna netra. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berbagi ilmu dan keterampilan.
Program tersebut telah menjangkau berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa di Kabupaten Kuningan. Meski demikian, pihaknya mengakui dukungan, khususnya dari pemerintah daerah, masih perlu ditingkatkan.
Di sisi lain, dukungan datang dari pihak swasta. Pemilik Hotel Purnama Mulia, Adrian Purnama, memberikan akses kolam renang secara gratis untuk kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Ini murni kemanusiaan,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kepedulian berbagai pihak agar lebih banyak anak penyandang disabilitas, khususnya tuna netra, memperoleh akses pembinaan, rekreasi, serta ruang berekspresi yang layak.
Melalui pengalaman tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan kebahagiaan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat untuk terus berkembang. (Angga)















































































































Discussion about this post