Abraham menambahkan, cucian mobil yang masih menjadi prioritas penghasilan bagi koperasi. Dalam sebulan, ada pemasukan bersih sekira Rp 50 juta sebagai pemasukan utama. Tercatat, dalam sehari koperasi bisa mencuci sekitar 100 kendaraan, dan satu kendaraan hanya membayar 15 ribu sampai Rp 20 ribu saja.
“Jenis mobil apa saja bayarnya 15 ribu sampai 20 ribu saja. Tapi ini kan diwajibkan karena setiap kendaraan yang akan diuji, keadaanya harus bersih. Ini supaya sensor alat penguji tidak rusak,” katanya.
Abraham menambahkan, tidak ada lagi celah dari penguji kendaraaan melakukan pungli. Alasannya, semua pembayaran sudah langsung di transfer ke BRI.
“Pembayaran KIR sekarang non tunai, tidak menerima pembayaran lewat tunai, Karena uang dari KIR langsung masuk ke kas daerah,” tambahnya.
Abraham juga mengatakan, justru dengan adanya koperasi, nantinya akan ada pemasukan bagi anggota koperasi.
“Dengan adanya koperasi kita bisa menyejahterahkan karyawan. Kami juga akan ada juga bengkel. Bengkel tersebut nantinya menyediakan onderdil kendaraan, karena kendaraan yang akan diuji harus dalam keadaan baik, Sehingga pemilik kendaraan tidak jauh-jauh membeli onderdil, ya bisa beli di sini supaya cepat,” pungkasnya. (Ghofar)

















































































































Discussion about this post