KAB.CIREBON, (FC).- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, mengalami kekurangan ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dilakukan secara bergantian di kelas yang sama.
Hal tersebut disampaikan Camat Gempol, Sri Darmanto saat menilik sekolah tersebut, Kamis (29/1).
Menurutnya, keterbatasan ruang tidak sebanding dengan jumlah murid yang terus meningkat setiap tahun.
Sri menyatakan tingginya minat orang tua menyekolahkan anaknya di SDN 1 Palimanan Barat dipicu oleh banyaknya prestasi yang diraih sekolah tersebut, baik di tingkat Dinas Pendidikan maupun Kabupaten Cirebon.
“Antusiasme orang tua sangat tinggi, sementara ruang kelas tidak mencukupi,” ujar Sri.
Saat ini, sekolah hanya memiliki enam ruang kelas, sementara jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai 12. Setiap tingkat terdiri dari dua rombel dengan rata-rata 30 siswa per rombel. Kondisi ini telah berlangsung sejak tahun 2020.
Keterbatasan ruang memaksa sekolah menerapkan sistem KBM bergantian. Namun, skema masuk pagi dan siang sempat menuai penolakan dari orang tua siswa karena berbenturan dengan kegiatan anak di luar sekolah.
“Pola masuk pagi dan siang tidak bisa diterapkan karena keberatan dari orang tua. Akhirnya sekolah menyesuaikan KBM di tiap kelas,” jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Gempol berencana mengusulkan penambahan ruang kelas kepada perangkat daerah terkait. Tersedia lahan di sekitar sekolah yang memungkinkan pembangunan dua ruang kelas baru.
“Kami akan mengupayakan penambahan ruang kelas agar ke depan SDN 1 Palimanan Barat mampu menampung seluruh siswanya,” pungkas Sri. (Ghofar)












































































































Discussion about this post