KUNINGAN, (FC).- Di lereng Gunung Ciremai, pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, berdiri sebuah kawasan wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pelancong.
Arunika Kuningan hadir sebagai destinasi wisata yang memadukan panorama alam pegunungan, sentuhan budaya Jepang, kuliner, hingga wahana keluarga dalam satu kawasan terpadu.
Saat kabut turun dan menyelimuti kawasan, Arunika kerap disebut pengunjung sebagai restoran di atas awan.
Lanskap pegunungan yang luas berpadu dengan udara sejuk khas Ciremai menciptakan suasana tenang dan menenangkan, menjadikan kawasan ini magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati keindahan alam dari ketinggian.
Keunikan Arunika tak hanya terletak pada lanskap alamnya, tetapi juga pada konsep budaya Jepang yang diusung secara konsisten.
Nuansa Negeri Sakura terasa sejak pengunjung menginjakkan kaki di kawasan, mulai dari desain bangunan, ornamen, tata ruang, hingga pelayanan dan busana pramusaji.
Berada di kaki Gunung Ciremai, suasana tersebut kerap membuat pengunjung merasa seolah berada di kawasan Gunung Fuji, namun dengan sentuhan kearifan lokal Kuningan.
“Arunika kami hadirkan bukan sekadar sebagai tempat makan, tetapi sebagai ruang pengalaman. Pengunjung bisa menikmati alam, budaya, edukasi, dan kuliner dalam satu kawasan,” ujar Cucu Pepen, Food and Beverage Kawasan Arunika, Minggu (28/12).
Sebagai kawasan wisata terpadu, Arunika mengembangkan berbagai area dengan karakter yang saling melengkapi. Arunika Eatery menawarkan konsep gazebo dan area piknik terbuka yang menyatu dengan alam, dengan beragam pilihan menu, mulai dari camilan hingga hidangan utama bercita rasa Jepang dan nusantara.
Sementara itu, Joglo Arunika menghadirkan perpaduan arsitektur Indonesia dan Jepang yang tampil unik dan estetik, dengan sajian seperti gyoza, oden, ayam masak jahe, sop iga, hingga salmon ochazuke.
Dalam pengelolaannya, Arunika juga menggandeng petani lokal sebagai pemasok bahan pangan, khususnya sayuran segar, guna menjaga kualitas menu sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Sebagian besar bahan, terutama sayuran, kami ambil dari warga sekitar. Ini bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Moh. Dzaky, Restoran Manager Joglo Arunika.
Daya tarik Arunika semakin lengkap dengan kehadiran kawasan taman bernuansa Jepang yang dilengkapi berbagai spot foto ikonik seperti skywalk, Sakura Garden, dan Zen Garden.
Selain itu, tersedia Satoland atau Mini Zoo sebagai wahana edukasi interaktif bagi anak-anak, studio foto, serta penyewaan kimono yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman wisata ala Jepang secara lebih menyeluruh.
“Untuk area taman saja, kunjungan bisa mencapai sekitar 30 ribu wisatawan setiap bulan. Konsep Jepang dan wahana keluarga menjadi daya tarik utama,” ungkap Erick Purida, Manager Arunika Garden.
Tak hanya itu, Arunika juga menyediakan beragam wahana permainan seperti Arunikart atau gokar, wall climbing, dan archery yang menambah pilihan aktivitas rekreasi bagi pengunjung dari berbagai kalangan usia.
Di balik pesonanya, pengelola Arunika menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan lingkungan.
Pengelolaan sampah dilakukan secara kreatif melalui proses daur ulang sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian kawasan Gunung Ciremai.
“Kami berkomitmen menjaga lingkungan sekitar dengan pengelolaan sampah berbasis daur ulang dan pemanfaatan produk lokal,” tambah Cucu Pepen.
Kehadiran Arunika juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Saat ini, kawasan wisata tersebut mempekerjakan sekitar 500 karyawan, dengan sekitar 80 persen berasal dari warga lokal. Ke depan, pengelola berencana melibatkan lebih banyak pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk khas daerah di kawasan wisata.
Arunika Eatery berlokasi di Jalan Cigugur–Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kawasan ini buka setiap hari dengan jam operasional Senin hingga Jumat pukul 09.00-21.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu mulai pukul 06.00-21.00 WIB.
Perpaduan panorama alam pegunungan, budaya Jepang, kuliner, wahana keluarga, serta pemberdayaan masyarakat menjadikan Arunika Kuningan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang pengalaman yang terus menarik minat wisatawan untuk kembali berkunjung.(Angga)

















































































































Discussion about this post