KAB.CIREBON, (FC).- Jembatan penghubung antar desa di Desa Kemlaka Gede, Kecamatan Tengahtani dan Desa Pilangsari Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kondisinya sangat memprihatinkan.
Jembatan yang dibangun sejak tahun 1983 ini tidak pernah mendapat bantuan renovasi, sehingga kondisinya semakin rusak setelah dihantam banjir dua kali pada hari Selasa (23/12) dan Jumat (26/12) kemarin.
Ketua RW 01 RT 03, Karno, berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu perbaikan jembatan ini.
“Kami bersama warga secara swadaya membangun jembatan ini, semoga saja pihak terkait bisa membantu terutama dari Pemkab Cirebon,” katanya kepada FC, Minggu (28/12).
Jembatan ini merupakan akses penting bagi warga, terutama para pedagang kecil yang ingin bepergian menuju jalan raya Kedawung. Kondisinya yang rusak parah membuat warga khawatir akan keselamatan mereka.
“Jika diperbaiki, membutuhkan biaya sekitar kurang lebih 25 juta untuk renovasi jembatan,” kata Karno.
Pemdes Kemlaka Gede telah melakukan usulan untuk perbaikan jembatan ini dan akan melakukan renovasi kecil-kecilan dalam waktu dekat. Namun, warga berharap agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
“Himbauan kami, agar warga berhati-hati jika melintasi jembatan tersebut,” kata Mukhidin, salah satu anggota BPD Desa Kemlaka Gede.
Sementara pantauan FC di lokasi memperlihatkan satu dari dua pondasi utama badan jembatan tengah hancur dihantam arus banjir sehingga hanya menyisakan dua tiang saja.
Sedangkan kondisi serupa juga terjadi pada ujung sisi jembatan bagian selatan dan utara yang terlihat bahwa pondasi sudah tidak lagi menempel di bagian besi penyangga, kondisi ini semakin memperparah badan jembatan meski masih bisa dilalui namun bahaya ambruk yang mengintai keselamatan warga bisa saja terjadi. (Johan)

















































































































Discussion about this post