MAJALENGKA, (FC).– Aksi ribuan buruh di Majalengka memicu lumpuhnya Jalan Nasional Cirebon – Bandung pada Senin (29/12).
Massa buruh dari berbagai serikat pekerja yang ada di Kabupaten Majalengka dengan sengaja memblokade ruas jalan utama selama sekitar 45 menit, sebagai bentuk tuntutan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Majalengka.
Akibat dari aksi tersebut, arus lalulintas mengalami kemacetan panjang dari Kecamatan Kadipaten hingga Jatiwangi.
Sejumlah kendaraan dari arah Cirebon menuju Bandung maupun sebaliknya terpaksa dialihkan oleh petugas kepolisian.
Terpantau, sejak pukul 09.00 WIB, massa buruh mulai turun ke jalan dan melakukan orasi di sepanjang Jalur Nasional Bandung–Cirebon. Setelah itu, massa bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.
Pantauan di lapangan menunjukkan, buruh sempat menutup akses di Bundaran Kadipaten sehingga jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan.
Aksi pemblokadean jalan nasional tersebut menyebabkan aktivitas transportasi terganggu dan menimbulkan antrean kendaraan di sejumlah titik.
Selain melakukan blokade jalan, massa buruh juga melakukan sweeping ke beberapa pabrik di wilayah Kabupaten Majalengka.
Aksi tersebut dilakukan untuk mengajak pekerja lain bergabung dalam demonstrasi dan berangkat bersama menuju Gedung Sate, Bandung.
Petugas kepolisian dari Polres Majalengka melakukan pengamanan ketat dan rekayasa lalulintas guna menjaga situasi tetap kondusif. Meski sempat terjadi ketegangan antara buruh dan aparat keamanan, aksi demonstrasi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kericuhan.
Ketua F-KSPN Majalengka sekaligus Koordinator Aksi, Muhammad Basyir, mengatakan aksi buruh ini merupakan bentuk kekecewaan karena hingga kini belum ada kejelasan terkait penetapan UMSK Majalengka.
“UMSK Majalengka sampai hari ini belum ditetapkan. Padahal sebelumnya disampaikan bahwa rekomendasi dari kabupaten akan diputuskan. Namun faktanya belum ada keputusan,” ujar Basyir di sela-sela aksi.
Basyir juga menegaskan, usai menggelar aksi di Majalengka, massa buruh akan melanjutkan unjuk rasa ke Gedung Sate bersama serikat pekerja dari daerah lain di Jawa Barat.
“Sasaran kami selanjutnya ke Gedung Sate. Kami akan bergabung dengan serikat-serikat buruh lainnya,” katanya.
Ia memperkirakan jumlah buruh asal Majalengka yang berangkat ke Bandung mencapai ratusan hingga ribuan orang dari beberapa serikat pekerja.
Hingga pukul 15.00 WIB, arus lalulintas di Jalan Nasional Cirebon – Bandung dilaporkan kembali normal.
Aparat kepolisian masih disiagakan untuk memastikan kelancaran lalulintas dan keamanan wilayah.
Fikri seorang pengendara asal Sumedang yang terjebak kemacetan memaklumi terjadinya aksi pemblokadean jalan nasional ini. Dirinya ikut merasakan betapa mulianya keinginan para pekerja atau bruh pabrik tersebut.
“Seharusnya pemerintah segera meresponya agar kejadian serupa tidak terulangi,” ucap Fikri singkat. (Munadi)











































































































Discussion about this post