Tak hanya itu, BKKBN mengerahkan seluruh petugas lini lapangan untuk aktif melakukan sosialisasi dan terlibat dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Bersama-sama dengan kader PKK dan relawan penggerak lainnya, para petugas lini lapangan terjun membangun dapur umum untuk menyediakan makanan jadi bagi masyarakat terdampak Covid-19.
“BKKBN memiliki 1.191 penyuluh KB, 2.000 tenaga penggerak desa dan kelurahan (TPD), 5.400-an pos KB, dan 8.000-an sub pos KB. Semuanya terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat,” papar Uung.
Tak hanya itu, BKKBN juga mengalihfungsikan sejumlah balai pendidikan dan pelatihan (Balai Diklat) miliknya menjadi lokasi rapid test dan tempat isolasi atau Karantina Mandiri Covid-19. Di Cirebon misalnya, Balai Diklat BKKBN sudah menangani sekitar 200 orang.
Hari ini, Uung baru saja menerima surat permohonan dari Bupati Garut Rudy Gunawan untuk dapat memanfaatkan Balai Diklat KKB Garut sebagai ruang isolasi bagi pasien yang terpapar Covid-19.
“Kami juga sangat memperhatikan kondisi keluarga. Khusus bagi keluarga yang menderita stres akibat wabah Covid-19. BKKBN Jawa Barat baru saja meluncurkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Sauyunan di Kota Bandung untuk melayani konseling keluarga terdampak Covid-19. Masyarakat yang merasakan gejala psikis terkait pandemi covid-19 bisa mendatangi PPKS Sauyunan. Kami menyiapkan sejumlah konselor dan tenaga ahli di sana,” tambah Kusmana.











































































































Discussion about this post