KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 207 Pedagang Kaki Lima (PKL) di 13 desa di Kecamatan Kramatmulya mendapat bantuan sembako dari Bupati Kuningan, Acep Purnama, Rabu (18/8).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di halaman parkir Pasar Klapagunung yang juga berhadapan dengan Pasar Krucuk.
Kegiatan penyerahan bantuan sembako ini mengambil tema “Membangun Ekonomi Kerakyatan”.
Bupati Acep menyampaikan, pandemi Covid-19 membuat banyak pedagang kehilangan mata pencaharian. Hal itu karena adanya kegiatan pemberlakuan PEMBATASAN KEGIATAN masyarakat (PPKM).
Salah satunya dengan pembatasan jam operasional dan penutupan lokasi jualan, atau sepinya pembeli menjadi sebab banyak pedagang yang terpaksa harus berhenti berjualan.
Kondisi tersebut berpengaruh banyak terhadap penghasilan mereka, mengingat bahwa merupakan pekerjaan berbasis harian.
“Para PKL jika tidak berjualan keluar rumah maka tidak ada penghasilan yang didapatkan, untuk itu kami dari Pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya meringankan dalam aspek ekonomi dengan begitu pemerintah akan menuntun kita agar menjadi kemandirian ekonomi,” kata Acep.
Bagi Acep, keberadaan pedagang kaki lima merupakan salah satu bentuk usaha sektor informal, sebagai alternatif lapangan pekerjaan bagi UMKM.
Lapangan pekerjaan yang semakin sempit, ikut mendukung semakin banyaknya masyarakat yang bermatapencaharian sebagai pedagang kaki lima.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan Ibu semua hayu kita mewujudkan Kuningan MAJU, jangan dilihat dari besar kecilnya, mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat,” ungkap Acep.
Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Diskopdagperin Kuningan, U. Kusmana, beserta jajaranya, Camat Kramatmulya, Guruh Irawan Zulkarnaen, dan Kapolsek Kramatmulya. (Ali)


















































































































Discussion about this post