KAB. CIREBON, (FC).- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon mengunjungi kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (21/7). Dalam kegiatan tersebut, PWI Cirebon melakukan silaturahmi dan membangun sinergitas dengan lembaga legislatif. Kedatangan pengurus PWI Cirebon diterima oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana.
Ketua PWI Cirebon, Alif Santosa mengatakan, pihaknya mendorong agar fungsi DPRD harus bersikap kritis terhadap permasalahan desa dengan segala permasalahan, terutama sampah dan infrastruktur jalan kabupaten, pembangunan lainnya harus lebih ditingkatkan agar masyarakat merasakan manfaatnya. “Kedatangan kami ke DPRD Kabupaten Cirebon pertama untuk membangun sinergitas. Sebab, wartawan juga memiliki fungsi kontrol sosial sama seperti DPRD yang memiliki fungsi pengawasan terhadap roda pemerintahan,” tegas Alif Santosa.
Selain itu Alif juga menekankan, wakil rakyat harus lebih kritis terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah atau desa. Pasalnya bila kritis itu hilang maka pembangunan ini tidak akan berjalan dengan baik. Jadi kita dorong legislatif agar meningkatkan sikap kritisnya terhadap pembangunan pemerintah daerah dengan persoalan yang ada di masyarakat. “Kami mendorong dan menyoroti berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Cirebon. Terutama terkait masalah sampah dan jalan rusak yang menjadi keluhan Para Kuwu dan masyarakat Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.
Bahkan pada audiensi yang berlangsung, adanya keluhan masyarakat yang disampaikan pengurus PWI Cirebon, dibenarkan Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana yang menerima kunjungannya. Dalam audiensi tersebut ia mengakui bahwa Kabupaten Cirebon ini unik dan dinilai tertinggal dengan daerah lain. “Contoh Kabupaten Brebes terang pas masuk Losari Kabupaten Cirebon gelap, kalau Kabupaten Kuningan jalannya mulus, Kabupaten Cirebon jalannya rusak. Jadi gelap dan jalan rusak itu menjadi salah satu yang dikritisi oleh teman-teman DPRD,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana menyampaikan, pihaknya sangat merespon positif atas kunjungan dan saran dari PWI Cirebon. Karena, aku dia, dengan sinergitas yang terjalin dengan PWI Cirebon, berkaitan informasi yang belum diketahui, pihaknya bisa mengerti. “Ada beberapa hal yang ditanyakan mengenai persoalan sampah, usulan dan lain-lain. Itu bagian dari sinergitas kita,” ungkap Anton.
Pria yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Cirebon ini melanjutkan, atas masukan dari PWI Cirebon tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti agar permasalahan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat khususnya bisa terselesaikan.
Salah satunya terkait permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon yang selama ini belum bisa teratasi. “Kita akan tindaklanjuti apa yang disampaikan dan saran yang masuk dari PWI Cirebon. Seperti persoalan sampah pun mudah-mudahan, bulan depan di Kubangdeleg bisa dilaksanakan. Di wilayah timur dan barat nanti ada TPA jadi wilayah angkutnya bisa lebih mudah,” ungkap Anton.
Kemudian terkait, persoalan jalan nanti akan ada upaya dengan meminta bantuan baik ke pemerintah provinsi maupun pusat, agar ketika APBD Kabupaten Cirebon tidak mampu menyelesaikan persoalan jalan, bantuan dari pusat dan provinsi itu bisa membantu. “Kita awali lah, mudah-mudahan jalan di wilayah perbatasan bisa sama dengan jalan yang di Kabupaten Kuningan,” katanya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post