MAJALENGKA, (FC).– Di tengah bayang-bayang persoalan hukum yang kini membelit Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Majalengka, denyut pembinaan atlet di Kabupaten Majalengka diminta tetap hidup, tak boleh padam oleh situasi yang belum menemukan ujungnya.
Bupati Majalengka Eman Suherman, angkat bicara. Dengan nada tegas namun terukur, ia menegaskan bahwa persoalan yang tengah ditangani aparat penegak hukum (APH) tidak boleh menghentikan agenda olahraga daerah, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Popwilda maupun Porsenitas.
“Persoalan KONI itu kan sekarang ada di ranah aparat penegak hukum. Tapi agenda pembinaan atlet dan persiapan Porprov, Popwilda maupun Porsenitas tidak boleh berhenti,” ujar Bupati Eman Suherman, Sabtu (28/3).
Menyikapi permasalah hukum tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka memilih berdiri pada garis yang jelas. Memisahkan proses hukum dari keberlangsungan pembinaan olahraga. Bagi mereka, prestasi atlet adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh terganggu oleh dinamika organisasi.
Namun proses hukum kata Bupati, harus tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa intervensi. Tetapi di saat yang sama, aktivitas olahraga harus terus bergerak, menjaga ritme latihan, membangun semangat, dan memastikan para atlet tetap berada di jalur kompetisi.
“Proses hukum silakan berjalan. Kita tidak boleh intervensi. Tapi kegiatan olahraga tidak boleh berhenti,” tegas Bupati Eman Suherman
Di sisi lain, secara administratif dan organisatoris, Pemkab Majalengka masih menunggu kejelasan aturan internal KONI, khususnya terkait mekanisme jika pimpinan organisasi menghadapi persoalan hukum. Bupati menyebut, ketentuan tersebut akan merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Saya masih menunggu aturan di organisasi KONI. Pasti ada mekanisme ketika ketuanya menghadapi masalah,” katanya.
Meski demikian, satu hal yang dipastikan tetap berjalan adalah dukungan pemerintah daerah terhadap dunia olahraga. Anggaran untuk kegiatan pembinaan atlet tetap dialokasikan, sebagai bentuk komitmen menjaga prestasi olahraga daerah.
“Tidak boleh karena ada masalah, lalu semua kegiatan olahraga dihentikan. Kita tetap dukung,” ujar Eman Suherman.
Di tengah situasi ini, harapan pun disematkan agar proses hukum segera menemukan titik terang, dan roda organisasi kembali berjalan normal. Namun hingga saat itu tiba, Majalengka memilih untuk terus melangkah.
Sebab bagi mereka, di balik setiap latihan yang terus digelar dan setiap keringat yang jatuh di arena, ada mimpi yang tidak boleh ditunda, mimpi membawa nama daerah Majalengka bersinar di panggung Porprov, Popwilda dan Porsenitas maupun hingga di tingkat nasional. (Munadi)















































































































Discussion about this post