KAB. CIREBON, (FC).- Kalangan pedagang beras di pasar tradisional mengeluhkan penurunan omset yang berlangsung secara terus menerus selama pandemi.
Keluhan tersebut seperti yang disampaikan salah seorang pemilik kios beras yang tersebar di beberapa tempat dan pasar di wilayah Cirebon, S. Sandi Wiranata.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan omset penjualan beras di pasar tradisional ini.
Adanya kebijakan penyekatan jalan dan pembatasan jam operasional pasar tradisional, dianggap turut mempengaruhi.
Adanya penyekatan jalan dianggap menyulitkan masyarakat untuk mengakses jalan ketika ingin berbelanja kebutuhan pokok.
“Adanya penyekatan dan pembatasan jam operasional, baik pasar ataupun rumah makan dan restoran, maka makin menekan dalam penurunan omset penjualan,” kata Sandi kepada FC, Selasa (27/7).
Dengan pembatasan jam operasional pasar tradisional, maka semakin sulit juga bagi penjual beras dalam melayani calon pembeli.
Selain itu, faktor menurunnya omset dipengaruhi pula kondisi lemahnya daya beli masyarakat akibat keterpurukan ekonomi dampak pandemi.
“Akibat keterpurukan ekonomi mengakibatkan ketidakmampuan daya beli masyarakat. Kalaupun ada yang laku itu jenis beras medium yang kualitas rendah dengan harga jual Rp8000 per kilonya,” jelasnya.
Adanya program bantuan sembako yang dibagikan ke masyarakat juga mengurangi jumlah pembelian di kios-kios beras.(Ghofar)












































































































Discussion about this post