KOTA CIREBON, (FC).- Kondisi industri perhotelan di Kota Cirebon tengah menghadapi tantangan serius. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mencatat tingkat okupansi hotel selama Mei 2026 mengalami penurunan dan jauh dari harapan, bahkan momentum libur panjang atau long weekend tidak mampu mendongkrak jumlah tamu secara signifikan.
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengungkapkan kondisi okupansi hotel di Kota Cirebon sepanjang Mei 2026 cenderung stagnan dan berada di level normal harian.
“Selama bulan Mei 2026, okupansi hotel saat long weekend tidak ada kenaikan. Bahkan sejak awal April 2026 juga tidak ada peningkatan berarti,” ujar pria yang akrab disapa Kiki kepada wartawan, Rabu (27/5).
Menurut Kiki, tingkat hunian hotel di Kota Cirebon saat akhir pekan panjang hanya berkisar 60 hingga 70 persen. Angka tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak positif bagi industri perhotelan.
“Semua zonk. Okupansi seperti hari-hari biasa saja, hanya sekitar 60 sampai 70 persen. Bahkan untuk hari biasa hanya di kisaran 50 sampai 60 persen,” katanya.
PHRI Kota Cirebon mencatat, pada pelaksanaan event Milangka Tatar Sunda yang digelar pada 3 Mei 2026, okupansi hotel hanya mencapai 39,15 persen. Padahal, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan tingkat hunian hotel.
Sementara itu, pada periode libur 1 hingga 3 Mei 2026, rata-rata okupansi hotel di Kota Cirebon tercatat sebesar 61 persen. Sedangkan pada long weekend tanggal 14 hingga 17 Mei 2026, okupansi hanya menyentuh angka 70 persen.
Kiki menyebut, jika dirata-ratakan hingga 26 Mei 2026, tingkat okupansi hotel di Kota Cirebon hanya berada di angka 50 hingga 60 persen.
“Ini kondisi yang sangat tidak baik-baik saja bagi industri hotel di Kota Cirebon,” tegasnya.
Ia menilai, penurunan paling terasa berasal dari segmen wisatawan. Biasanya, sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang utama tingkat hunian hotel, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Segmen tamu wisatawan sangat turun sekali,” ungkap Kiki.
Kiki berharap adanya langkah konkret untuk mendorong kembali sektor pariwisata dan meningkatkan daya tarik kunjungan ke Kota Cirebon, sehingga industri perhotelan dapat kembali bergairah dalam beberapa bulan ke depan. (Agus)
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki
















































































































Discussion about this post