KUNINGAN, (FC).- Pertemuan antara Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda dengan Ketua Gerindra dan Ketua PKB dengan seluruh anggota DPRD dari kedua partai politik diklaim hanya sebatas silahturahmi dan tidak direncanakan.
Pertemuan antara putra bungsu mantan Bupati Kuningan 2 periode dengan Ketua Gerindra H. Dede Ismail dan Ketua PKB H. Ujang Kosasih besama 12 anggota DPRD lainnya itu, sangat tidak mudah dihindari jika muncul pertemuan tersebut hanya sekedar silahturahmi yang jauh dari perbincangan politik.
Terlebih pertemuan tersebut terjadi satu hari setelah kedua Parpol besar itu “dihabisi” dari unsur Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang selama ini dinilai posisi strategis dan memiliki nilai “gengsi” bagi sebuah Parpol.
Disampaikan Pengamat Kuningan Sujarwo, entah siapa yang menjadi penggagas dari pertemuan tersebut atau memang terjadi tanpa digagas terlebih dahulu, pertemuan tersebut terkesan sebagai bentuk “perlawanan” baik dari kedua Parpol itu kepada Parpol yg berkuasa di Legislatif Kuningan yang secara kebetulan dipimpin oleh sosok yang juga menjadi Pimpinan tertinggi Lembaga Eksekutif Kuningan, yakni H. Acep Purnama.
“Kehadiran sosok Wabup M.Ridho Suganda terkesan juga sebagai upaya dari kedua Parpol tersebut (Gerindra dan PKB) untuk mengelus – elus kader Partai yang dipimpin H.Acep Purnama untuk diusung pada helatan politik lima tahunan (Pilbup), walau agenda tersebut masih cukup lama dengan asumsi dilaksanakan pada 2023,” jelas Mang Ewo. Minggu (20/9)
Namun, lanjut Mang Ewo, jika ada kelompok masyarakat memandang bahwa manuver Geindra dan PKB “mendekati” M. Ridho Suganda yang hingga saat ini belum menyatakan diri akan tampil pada Pilbup nanti, hanya sebuah manuver dan “gertak sambal” pada Parpol Penguasa baik di Legislatif maupun Eksektutif, juga menjadi pandangan yang tidak bisa disalahkan.














































































































Discussion about this post