KOTA CIREBON, (FC).- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon juga melakukan sidak terpadu di sejumlah pasar tradisional, Kamis (18/12/2025) kemarin. Kegiatan tersebut bertujuan memantau harga, stok, pasokan, serta keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan pemerintah terus melakukan pengendalian harga melalui TPID. Pemantauan harga dilakukan setiap hari melalui sistem E-TUKU.
“Kami melakukan monitoring harga setiap hari melalui sistem E-TUKU (Telusuri Harga Komoditas Kotaku). Jika terjadi eskalasi harga yang cukup lama, TPID bersama BI akan melakukan intervensi, salah satunya melalui operasi pasar,” jelas Iing, Senin (29/12/2025).
Ia menilai kenaikan harga menjelang akhir tahun dan hari besar keagamaan masih dalam batas wajar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Kenaikan harga selama masih dalam batas toleransi adalah bagian dari dinamika pasar,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Cirebon juga memperkuat kerja sama antar daerah, khususnya di wilayah Ciayumajakuning, guna menjaga pasokan komoditas strategis.
“Kami berharap harga tetap terjangkau oleh masyarakat. Tugas kami adalah mengontrol agar kenaikan tidak berlangsung lama dan tidak memicu inflasi. Jika diperlukan, operasi pasar murah akan kami lakukan,” imbuhnya.
Sementara Plt Direktur Utama Perumda Pasar Berintan, Winda Meliyana, mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan. Ia menyebut cabai rawit super mengalami kenaikan dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sementara harga wortel justru turun dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
“Yang masih tinggi itu daging ayam dan telur. Daging ayam sekarang di kisaran Rp38.000 per kilogram, sebelumnya Rp36.000-an. Telur saat ini sekitar Rp30.500, biasanya Rp27.000 sampai Rp28.000,” jelasnya.
Menurut Winda, kenaikan harga dipengaruhi keterbatasan pasokan dari pemasok di tengah tingginya permintaan, termasuk dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Permintaan dari MBG sangat besar, sementara pasokan terbatas, sehingga harga ikut naik. Namun secara umum masih dalam kategori aman,” katanya. (Agus)











































































































Discussion about this post