KAB. CIREBON, (FC).- Pelaksanaan penggantian karet pintu tiga di Bendungan Karet Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon jangan sampai terulang.
Seperti pemasangan karet pintu satu pada tahun anggaran 2019 namun bocor di tahun 2020, dan sampai saat ini belum ada perbaikan.
Sementara pemasangan karet pintu tiga tetap dilaksanakan dengan anggaran sekitar Rp32 miliar.
Tokoh masyarakat Losari, Munadi kepada FC rabu (21/4) mengungkapkan, proyek penggantian karet pintu satu bendungan karet Desa Tawangsari yang dikerjakan tahun 2019 terkesan membuang anggaran.
Pasalnya, belum setahun tapi sudah bocor. Padahal informasinya menggunakan karet dari Jerman yang dipastikan akan berusia puluhan tahun karena tahan terhadap benturan kayu besar.
Akan tetapi, kondisi karet yang baru belum setahun sudah bocor tidak segera dilakukan perbaikan hingga sekarang. Dan justru tahun anggaran 2021 ini kembali dikucurkan anggaran pemasangan karet untuk pintu tiga.
“Sebagai masyarakat hanya ingin memastikan saja agar proyek pemerintah yang menggunakan uang rakyat hingga miliaran rupiah jumlahnya akan kembali sia-sia. Kenapa yang rusak tidak segera diperbaiki justru malah membangun yang baru,” paparnya.
Menurut Munadi, kejadian kebocoran karet pada bendungan karet bukan masalah baru, tetapi hal yang seringkali terjadi.
Hingga warga sempat menuntut agar semua karet pada bendungan karet diganti dengan karet baru yang memiliki kualitas terbaik agar menjadi awet.
Saat itu Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) memang sudah menyetujui dan mengabulkan, sehingga tahun 2019 bertahap diganti dari mulai pintu satu.
Tetapi belum juga setahun difungsikan pada pertengahan tahun 2020 karet yang katanya berkualitas dan impor dari Jerman ternyata bocor lagi, dan hingga saat ini belum ada perbaikan.
Atas kejadian tersebut dirinya menilai ada kesan uang negara yang dihambur-hamburkan tanpa ada manfaat.
Dan hal itu jangan sampai terulang kembali pada pelaksanaan penggantian karet pintu tiga bendungan karet Desa Tawangsari yang sedang berjalan saat ini.
“Jangan sampai uang rakyat yang jumlahnya miliaran rupiah seperti dibuang kelaut, tidak ada manfaatnya, padahal keberadaan Bendungan Karet sangat dibutuhkan para petani untuk mengairi ribuan hektar lahan pertanian di wilayah timur Kabupaten Cirebon serta PDAM,” keluhnya.
Sementara Pengawas pelaksana proyek dari Penyediaan Air Baku (PAB) BBWSCC, Warcita mengakui terjadinya kebocoran karet pada pintu satu, yang baru dipasang pada tahun 2019 silam.
Karet yang dipasang memang memiliki kualitas terbaik yakni karet lisensi Amerika dimana diimpor dari Malaysia karena yang memiliki lisensi produksi di Malaysia.
Dijelaskannya, kenapa kebocoran tersebut belum juga diperbaiki hingga sekarang, alasannya karena pertama bocor saat masuk musim penghujan dan kondisi air sungai tinggi.
Sehingga tidak bisa diperbaiki dan sampai saat ini menjelang musim kemarau kebetulan juga sekalian ada pemasangan karet baru untuk pintu tiga maka pekerjaannya akan dibarengkan.
“Saat ini masih membuat pengelak arus aliran sungai dan membuat kisdam, setelah selesai baru nanti mendatangkan karet sekalian dengan perbaikan atau penggantian karet pintu satu yang bocor, jadi bukan pelaksana tidak bertanggungjawab, namun perbaikan itu sekalian dengan pekerjaan baru ini,” pungkasnya. (Nawawi).










































































































Discussion about this post