KUNINGAN, (FC).- Bertempat di salah satu resto di Desa Caracas Kecamatan Cilimus, Pemkab Kuningan bersama Perum Perhutani Kuningan melakukan penandatangan MoU pengembangan pariwisata dalam kawasan hutan.
Kadisporapar Kabupaten Kuningan, Toto Toharudin dalam sambutannya menyampaikan, jumlah daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Kuningan adalah 174. Dari jumlah tersebut, 34 diantaranya terletak di lokasi Perhutani.
“Ada 174 lokasi, 34 diantaranya berada di kawaan hutan milik Perhutani yang tersebar di 29 desa dan sudah memiliki 36 Lembaga Masyarakat Dalam Hutan (LMDH),” jelas Toto.
Menurut Toto, wilayah Kuningan Timur adalah lokasi terbanyak yang daya tarik wisatanya berada di kawasan hutan.
Kegiatan penandatanganan MoU antara Pemkab Kuningan dan Perum Perhutani ini sejalan dengan keinginan Pemda untuk membangkitkan potensi wisata di Kuningan Timur.
“Untuk itu diperlukan MoU sebagai dasar perjanjian di tingkat desa dan rencana perjanjian kerjasama tripartit,” lanjut Toto.
Sementara itu, Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengatakan, pengembangan kepariwisataan tidak dapat dilakukan oleh salah satu pihak saja, tetapi diperlukan kerjasama dengan pihak lain, dan langkah kerjasama ini sebagai percepatan pengembangan kepariwisataan.
“Adanya aset milik Perum Perhutani ini agar bisa dimanfaatkan dan dikelola sekalgus sebagai pemberdayaan untuk menjadikan daerah tujuan wisata,” ungkapnya.
Untuk memiliki daya tarik, lanjut Bupati, dibutuhkan penataan alam dengan memperhatikan kenaturalannya. Sehingga akan menjadi suatu suatu usaha wisata yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga sebagai pelestarian alam
Bupati menyebutkan, ada 29 Desa yang tersebar di beberapa kecamatan yang merupakan kawasan wisata potensial yang berada dikawasan Perum Perhutani untuk dikembangkan sebagai desa wisata.
Maka pentingnya sinergi peran lintas sektor dalam pembangunan daerah tujuan wisata perlu dijadikan sebuah komitmen bersama.
Bupati menyampaikan, dalam pengelolaannya melibatkan juga LMDH karena memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pengembangan kepariwisataan di setiap wilayah, terutama dalam menggerakan komponen masyarakat sekitar yang memiliki potensi wisata.
Sehingga mereka ikut berpartisipasi mewujudkan pesona wisata Kuningan yang wonderfull, melalui pola pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Disamping menjaga nilai-nilai sapta pesona, pengembangan SDM tidak kalah penting, inilah yang menjadi tantangan kita bersama dalam mewujudkan Kuningan sebagai daerah tujuan wisata, infrastruktur, sarana, dan kebijakan yang fokus mengarah pada kepariwisataan,” kata Bupati.
Dengan adanya MoU ini, Mamun Mulayadi selaku Kepala Perum Perhutani Kuningan, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas adanya kerjasama ini.
Menurutnya, kerjasama lintas sektoral sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga terus terjaga dan berkesinambungan sebagai mitra yang bersama-sama menjaga komitmen, untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pengembangan kepariwisataan,” katanya. (Bambang)

















































































































Discussion about this post