KAB. CIREBON, (FC).- Dalam rangka mewujudkan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Palimanan Barat melalui Bumdes bertekad memanfaatkan potensi daerah serta kekayaan alam secara maksimal.
Salah satu program yang diprioritaskan dalam kegiatan tahun ini adalah perencanaan pembangunan Gua Macan menjadi obyek wisata pemandian air panas di wilayah Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.
“Alhamdulillah pembangunannya baru berjalan kurang lebih 20 persen, dan akan terus berjalan seiring dengan anggaran yang mendukung untuk sarana dan prasarana pembangunan Gua Macan,” ujar Rokhman, perangkat Bidang Perencanaan dan Program Desa.
Selain program pembangunan Gua Macan tadi, Pemdes Palimanan Barat juga mempunyai program yang sudah berjalan, seperti kegiatan sosial dan kegiatan vaksin tahap 1 karena masih sekitar 75 persen, tahap 2 sudah 70 persen, dan tahap 3, masih dalam pendataan, “jelas Rokhman yang mewakili Kuwu Palimanan Barat.
Pelaksanaan vaksin dilaksanakan di aula desa secara terjadwal pada hari Senin-Rabu, dengan tetap menjaga Prokes (Protokol Kesehatan) yang berlaku, serta di monitoring langsung oleh Bhabinkamtimas Polsek Gempol Aiptu Suhadi, tenaga medis dari UPT Puskemas Gempol, beserta perangkat desa.
Pesertanya sebagian dari siswa SMPN 1 Gempol, perangkat desa, dan warga masyarakat sekitar Palimanan Barat.
Perencanaan program desa Palimanan Barat kedepan ingin menjadi salah satu desa mandiri yang digagas sejak tahun 2020. Desa Palimanan Barat memiliki luas wilayah kurang lebih 1.031,378 Ha dengan jumlah penduduk kurang lebih 13.131 jiwa.
“Kami berharap wilayah Palimanan Barat, kedepan akan menjadi lebih maju dan berkembang, selain menjadi Desa Wisata, juga terdapat pabrik-pabrik besar, dan akan berencana membangun spot center serta taman tambang,” pungkas Rokhman kepada FC, Rabu (26/1).
Tahun 2022 sekarang, pemerintah desa Palimanan Barat berencana meningkatkan kualitas tempat tinggal fakir miskin melalui perbaikan/rehabilitasi kondisi 52 rumah tidak layak huni (Rutilahu) dengan prioritas atap, lantai, dan dinding serta fasilitas MCK.
“Selain perbaikan/rehabilitasi kondisi rumah tidak layak huni (Rutilahu), proqram yang sudah berjalan dari tahun 2021 hingga sekarang adalah menggratiskan biaya listrik seluruh mushola, mesjid dan semua bidang keagamaan, yang anggarannya diambil 5 persen dari PAD dan Bumdes,” pungkasnya. (Herman/Job/FC)













































































































Discussion about this post