Selain untuk menghubungkan kedua Dusun, akses jembatan bisa juga untuk menghubungkan Desa Kalimaro dengan sebuah komplek perumahan yang ada di Desa Gebang serta menuju areal pertanian milik warga.
“Akan sangat besar manfaatnya jika sudah ada jembatan, keinginan ini sudah puluhan tahun diharapkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Keinginan masyarakat dan juga Pemerintah Desa Kalimaro untuk membangun jembatan tersebut telah dicoba diusulkan saat Musrenbang Kecamatan Gebang, lewat program PISEW, aspirasi dewan dan program lainnya. Baik dari Pemkab, Pemprov maupun Kementrian, semua tanpa ada hasil.
Akhirnya dalam Musrenbang Desa Kalimaro masyarakat bersepakat tahun 2020 melalui anggaran DD akan dialokasikan pembangunan jembatan tersebut, hingga pihak Pemdes kemudian mengundang tim ahli untuk membuat perencanaannya.
Mengingat anggarannya cukup besar, konsultan menawarkan 3 opsi pilihan, hingga akhirnya dipilih opsi tengah-tengah yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp630 juta.
“Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah terbangun dan bisa dirasakan manfaatnya untuk seluruh masyarakat Desa Kalimaro,” tegas Sukardi. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post