KOTA CIREBON, (FC).– Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 tahun 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pesta rakyat yang berlangsung selama beberapa pekan dan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.

Mengusung tema “Manunggal Winangun Caruban”, perayaan tahun ini menghadirkan perpaduan antara tradisi, budaya, olahraga, ekonomi kreatif, hingga hiburan modern.

Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 akan diisi dengan beragam kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026. Rangkaian kegiatan dimulai dengan berbagai program lingkungan hidup yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup, seperti Lomba Video Aksi Gemas, Gerakan Mengelola Sampah di Sekolah, penanaman pohon, penanaman mangrove, pemulihan kualitas air, kegiatan Cirebon Kinclong, kerja bakti Hari Lingkungan Hidup, lomba kebersihan antar kampung, hingga Eco Campaign Idola.

Rapat Paripurna DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi Cirebon yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman

Semangat Hari Jadi Cirebon ke-599 tidak hanya terasa pada kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kota, tetapi juga tumbuh dan bergerak hingga lingkungan kelurahan melalui keterlibatan aktif masyarakat. Berbagai agenda seperti kerja bakti massal, jalan santai, jalan sehat, festival kuliner, pentas seni, sedekah bumi, pagelaran wayang kulit, festival jaga kali, sholawat bersama, hingga kirab budaya menjadi wujud nyata partisipasi warga dalam memeriahkan hari jadi.

Sejumlah kegiatan budaya dan religi juga menjadi bagian penting dalam peringatan tahun ini. Di antaranya ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah seperti Sunan Gunung Jati, Pangeran Panjunan dan Pangeran Pulasaren, Maos Babad Cirebon, Kirab Haul Pedati Gede, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang diselenggarakan di kawasan Goa Sunyaragi dan sejumlah titik bersejarah lainnya.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 diawali pada 15 Juni 2026 dengan Sholat Ashar Berjamaah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dilanjutkan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penyebar Islam yang memiliki peran penting dalam sejarah Cirebon. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan Pagelaran Wayang Kulit di Kelurahan Kejaksan yang menjadi bagian dari tradisi budaya dalam memaknai perjalanan panjang Kota Cirebon.

Upacara Hari Jadi Cirebon ke-599 dilaksanakan di Alun-alun Kejaksan berlangsung khidmat diikuti unsur Forkopimda dan ASN di Lingkungan Pemkot Cirebon

Selanjutnya, pada 16 Juni 2026 digelar Upacara Hari Jadi Cirebon ke-599 di Alun-Alun Kejaksan yang diikuti oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah. Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna DPRD Kota Cirebon.

Tak hanya itu, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai kegiatan ekonomi kreatif dan hiburan yang melibatkan pelaku UMKM serta sektor pariwisata. Agenda tersebut antara lain Festival Kelurahan, Cirebon Great Sale, Indonesia Bangga Buatan Cirebon, Festival UMKM dan Hari Koperasi, Cheng Ho Cup, Cirebon Marching Band Festival, hingga berbagai pameran dan pertunjukan seni yang diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Puncak rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 ditutup dengan Gebyar Konser Hari Jadi Cirebon yang digelar di depan Balai Kota Cirebon pada 24 Juni 2026.

Ribuan masyarakat memadati Jalan Siliwangi sejak sore hari untuk menyaksikan penampilan sejumlah artis nasional dan musisi yang dihadirkan pemerintah daerah sebagai hiburan rakyat.

Penampilan penyanyi nasional Charly Van Houten menjadi magnet utama konser malam itu. Kehadiran mantan vokalis ST12 tersebut disambut antusias masyarakat yang ikut menyanyikan sejumlah lagu populernya.

Puncak Perayaan Hari Jadi Cirebon ke-599 selain menampilkan kesenian tradisional juga menghadirkan artis nasional Charli Van Houten

Selain Charly Van Houten, panggung hiburan juga dimeriahkan oleh Bedu, Sandri Karamoy, dan Rudi Nugraha yang menghadirkan suasana penuh kegembiraan di pusat Kota Cirebon.

Konser yang berlangsung hingga malam hari tersebut menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Cirebon ke-599 sekaligus simbol bahwa perayaan ulang tahun kota tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat.

Lautan manusia yang memenuhi kawasan Balai Kota memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat. Warga dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu hingga Brebes turut hadir menikmati hiburan yang diselenggarakan secara terbuka.

Di sisi lain, ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima juga merasakan dampak ekonomi dari keramaian tersebut. Kawasan pusat kota berubah menjadi ruang publik yang hidup, mempertemukan seni, hiburan, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Konser rakyat ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 yang selama beberapa pekan menghadirkan kegiatan budaya, olahraga, pameran UMKM, kirab seni, hingga PORSENITAS XIII KUNCI BERSAMA.

Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan (PORSENITAS) XIII dan Pameran Produk Unggulan Daerah KUNCI BERSAMA Tahun 2026 di Balai Kota Cirebon

Dalam kesempatan yang sama, Kota Cirebon juga akan menjadi tuan rumah Porsenitas XIII, ajang olahraga dan seni yang mempertemukan daerah-daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Mengusung tema “Harmoni Caruban Nagari: Menyatukan Batas, Mengukir Prestasi”, Porsenitas XIII diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antar daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM.

Sebanyak 10 daerah yang tergabung dalam Anggota Kunci Bersama akan berpartisipasi dalam ajang ini, yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.

Rangkaian Porsenitas XIII berlangsung pada 23 hingga 27 Juni 2026 dengan agenda pembukaan, kirab budaya, pameran produk unggulan daerah, kompetisi olahraga, pentas seni, gala dinner, hingga penutupan.

Berbagai cabang olahraga akan dipertandingkan, mulai dari tenis lapang, tenis meja, bulu tangkis, bola voli indoor, bola basket, futsal, biliar, padel, hingga lomba lari 10 kilometer. Selain itu, sejumlah olahraga tradisional seperti jemparingan, sumpitan, dagongan dan tarumpah juga akan diperlombakan sebagai upaya melestarikan warisan budaya nusantara. (Agus)