KUNINGAN, (FC).- Pengelolaan wisata desa di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan terus menunjukkan perkembangan.
Melalui BUMDes Arya Kamuning, berbagai upaya penataan dan pengembangan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan kemandirian desa.
Direktur BUMDes Arya Kamuning, Iim Ibrahim, menyampaikan bahwa objek wisata Talaga Biru Cicereum hingga kini masih menjadi destinasi favorit dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
“Talaga Biru Cicereum alhamdulillah selalu dipadati pengunjung. Karena itu, kami terus melakukan penataan agar kawasan wisata semakin nyaman dan tertata,” ujar Iim.
Ia menjelaskan, penataan juga difokuskan pada kawasan wisata Sideland yang sejak awal tahun mulai ditata kembali.
Area tersebut kini ditanami rumput gajah mini dan ke depan akan dipasangi paving block. Penataan dilakukan dengan tetap mempertahankan fungsi lahan terbuka hijau agar kawasan tersebut tetap menjadi area resapan air.
Sementara di kawasan wisata Talaga Biru Cicereum, BUMDes telah membangun penahan tanah (PTP) dengan panjang lebih dari 200 meter.
Ketinggian PTP bervariasi, mulai dari sekitar 1,5 meter hingga 2 meter, disesuaikan dengan kontur lahan. Selain itu, saluran air juga ditata ulang agar lebih rapi dan menambah nilai estetika kawasan wisata.
“Sekarang kami juga sedang membangun pendopo berukuran 14 meter kali 14 meter. Nantinya bisa dimanfaatkan wisatawan untuk berbagai kegiatan,” katanya.
Terkait pengembangan fasilitas penginapan, Iim mengungkapkan bahwa pembangunan villa masih dilakukan secara bertahap dengan modal terbatas. Hingga saat ini, satu unit villa telah berdiri di kawasan Sideland, sementara lahan untuk lima unit villa lainnya sudah dipersiapkan dan baru pada tahap pondasi.
“Pembangunan ini murni dari upaya BUMDes dengan dana seadanya, tanpa bantuan pihak luar. Bukan berarti kami menutup diri dari investor, tetapi kami ingin tumbuh mandiri, sedikit demi sedikit,” jelasnya.
Ia menambahkan, villa yang akan dibangun mengusung konsep dan desain khas Desa Kaduela, sederhana, tidak mewah, namun tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan. BUMDes juga tidak memasang target yang berlebihan, namun berkomitmen untuk terus berinovasi.
“Harapannya, wisata Desa Kaduela terus berkembang dan memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.(Angga)















































































































Discussion about this post