KOTA CIREBON, (FC).- Unjuk rasa (unras) mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon dan sekitarnya pada Kamis (8/10) kemarin, berlangsung cukup panas. Mereka menuntut dicabutnya UU Ciptakerja yang disinyalir merugikan para buruh pekerja.
Aparat kepolisian bentrok dengan demonstran, lemparan batu dibalas dengan tembakan gas air mata dari pihak kepolisian. Dipastikan ada korban luka dari kedua belah pihak, terutama dari pihak mahasiswa.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda membantah keras, adanya korban jiwa dalam pengamanan unras tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan ada yang luka, tapi tidak sampai masuk rumah sakit.
“Tidak benar ada demonstran yang meninggal. Iya bila ada yang terluka, kami belum mendapatkan laporan yang sampai masuk rumah sakit. Tapi bila ada yang dirawat di rumah sakit kita akan bantu,” jelas Syamsul kepada FC, Jumat (9/10).
Pihaknya juga sudah kroscek langsung dengan para demonstran yang diamankan. Mereka dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.
“Demonstran yang diamankan jumlahnya bertambah, semula 112 orang menjadi 129 orang. Sebagian besar sudah pulang dijemput pihak keluarga. Tapi masih ada yang di Mapolres Cirebon Kota sampai pagi ini,” tandasnya. (gus)


















































































































Discussion about this post