“Pertimbangan yang akan saya ambil mengingat ketatnya nilai hasil uji kompetensi, adalah unsur manajerial, kepemimpinan calon tersebut. Karena seorang sekda harus memiliki kemampuan dalam memimpin ASN,” terangnya.
Azis menegaskan, penguji kompetensi mungkin hanya tahu penyampaian materi dari calon sekda. Nah, yang lebih dalam tahu keseharian mereka di lapangan dalam memimpin adalah dirinya. Bagaimana mereka di dinasnya masing-masing bisa memimpin, sehingga kinerjanya dinilai bagus.
Ditanya kapan pelantikan sekda definitif, Azis mengisyaratkan akan dilakukan pada Bulan Juli tahun ini. Dia berharap sekda definitif sudah bisa bekerja secepatnya, untuk membantunya dalam berbagai pekerjaan pemerintahan dan birokrasi lainnya.
Demikian pula dengan open bidding sejumlah jabatan eselon II yang kosong juga akan digelar Bulan Juli. Pasalnya, dengan adanya yang naik menjadi sekda, maka jabatan yang ditinggalkannya kosong.
Kemudian ada tiga jabatan eselon II juga pejabatnya akan masuk pensiun.
“Sehingga nantinya pada Bulan Agustus, kita sudah memiliki tim yang solid. Terutama menghadapi dampak dari Covid-19 ini,” tandasnya. (gus)













































































































Discussion about this post