KOTA CIREBON, (FC).- Forecast Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, Ahmad Faaidzin menyebutkan, sekitar 51,2 persen wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Hal itu sudah diprediksi sebelumnya oleh BMKG.
“Berdasarkan analisis hingga 20 Juni 2020 menunjukkan bahwa 51,2 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau. Sedangkan sisanya masih mengalami musim hujan,” jelasnya dihubungi FC, Minggu (28/6).
Wilayah yang telah memasuki musim kemarau, lanjutnya, meliputi pesisir timur Aceh, bagian barat Sumatra Utara, pantai timur Riau-Jambi, pesisir utara Banten, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian utara dan timur, sebagian besar Jawa Timur.
Kemudian sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat bagian selatan, Pesisir selatan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara bagian utara, Pulau Buru dan Papua Barat bagian timur.
Musim kemarau ditandai oleh berkurangnya hari hujan dan rendahnya jumlah curah hujan yang terukur di permukaan. Sebagian besar wilayah di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali dan Jawa Timur telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut atau deret hari kering berkisar antara 20-60 hari.
“Sedangkan Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Utara telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut berkisar antara 10-30 hari,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, koordinator Pusdalops KPBD Kota Cirebon Aji Akbar mengatakan, musim kemarau di Kota Cirebon seperti tahun lalu memang berpotensi menimbulkan bencana alam.
Yang dimaksudkannya adalah kekeringan, kebakaran lahan berupa semak belukar dan kekurangan air bersih.
Untuk itu pihaknya sudah telah berkoordinasi dengan pihak terkait, guna mengantisipasi bencana kekeringan ini.
“Koordinasi dengan damkar, kepolisian, TNI dan untuk suplai air dari PDAM,” imbuhnya. (gus)












































































































Discussion about this post