BABAKAN, (FC).- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Cirebon kedatangan tamu dari Yayasan Solidaritas Palestina Indonesia Palestina yang diketuai oleh Syeikh DR. Mahmud Umar Abbas Al Haromayn Al Quds, Kamis (27/02).
Kepala MTsN 1 Cirebon melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Aan menyampaikan, kedatangan tamu dari Palestina merupakan satu kebahagiaan bagi warga MTsN 1 Cirebon.
“Mereka itu tamu kita, mungkin sudah diagendakan oleh Yayasan Solidaritas Palestina Indonesia, jadi kunjungan ke sekolah-sekolah tujuannya untuk menyampaikan kisah sejarah islam, kemudian sejarah Palestin,” ujar Aan kepada “FC”.
Aan menjelaskan, dalam penyampaian Syeikh DR. Mahmud Umar Abbas Al Haromayn Al Quds diceritakan kondisi Negara Palestina saat ini dan bagaimana pendidikan disana.
“Syaikh juga menceritakan bagaimana kondisi palestine terakhir seperti apa, termasuk menceritakan mengiyakan di media, saya juga lihat kemarin kan ada orang yang diseret oleh bulldozer, saya lihat di media, ya intinya mereka ke sini menggalang dukungan,” jelasnya.
Ditambahkannya, dukungan yang dimaksud oleh Syeikh DR. Mahmud Umar Abbas Al Haromayn Al Quds adalah dukungan khususnya secara moril kepada warga Indonesia.
“Kemudian mereka juga mendoakan anak-anak supaya bisa berhasil terutama memberikan motivasi kepada siswa dimana di Palestina tidak ada pendidikan seperti disini, semua enak, mau cari pendidikan enak, hidup enak, mau kemana-mana enak termasuk air juga murah dan enak, sedangkan disana air mineral yang di sini hanya Rp 3 ribu disana lima dolar,” ungkapnya.
Aan menambahkan lagi, Syeikh DR. Mahmud Umar Abbas Al Haromayn Al Quds memberikan motivasi kepada anak supaya belajar lebih giat lagi, lebih rajin lagi karena di Indonesia sangat mendukung.
“Syaikh menyampaikan juga, orang di Palestina saja yang seperti itu kondisinya, mereka mau belajar, masih mau menghafal alquran dan sebagainya demi kemerdekaan negara mereka,” ujarnya.
Dalam sejarah kita, Aan mengatakan, Indonesia dan Palestina sudah bersahabat sejak dulu, karena mungkin keislamannya mereka masih terus minta dukungan. “Mereka meminta dukungan terhadap Negara-negara Islam, khususnya di Indonesia, dan alhamdulillah untuk siswa antusias, ya awalnya antusias karena orang asing, tapi kemudian setelah mendengar ceramahnya sampai doanya, mereka banyak yang menangis,” pungkasnya. (Harun)











































































































Discussion about this post