KOTA. CIREBON, (FC).– Perum Bulog Cabang Cirebon memiliki stok cadangan beras yang berlimpah, yakni mencapai 66.275 ton.
Pimpinan Cabang Bulog Cirebon, Budi Suktika menyebutkan, stok beras yang dikuasai Bulog Cirebon sebanyak itu merupakan yang terbesar se Indonesia.
Untuk mengurangi stok yang menumpuk di gudang itu, Bulog Cirebon berencana akan mengirim 28 ribu ton beras ke luar daerah di Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Selain untuk pemerataan stok beras nasional, juga untuk mengurangi stok beras yang menumpuk di gudang Bulog Cirebon, dimana sebagian berasal dari stok pengadaan beras tahun 2019.
“Dari 66.275 ton itu kurang lebih ada 28 ribu ton stok 2019 yang akan disebar ke seluruh Jawa Barat, kecuali Indramayu,” kata Budi kepada FC, Rabu (5/1).
Sebagaimana diketahui, sejak Raskin dialihkan menjadi BPNT, Bulog Cirebon kesulitan melakukan penyaluran beras cadangan pemerintah (CBP).
Selama ini, untuk penyaluran beras CBP, Bulog hanya mengandalkan penugasan dari pemerintah.
Salah satunya seperti penyaluran Bantuan Beras PPKM 2021 dari Kemensos, dan juga Kemendag seperti kegiatan Operasi Pasar (OP) yang jumlahnya tidak signifikan terhadap pengurangan stok.
Begitu juga kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang dilaksanakan Bulog Cirebon di pasar-pasar tradisional, serapannya minim.
Menumpuknya stok beras di awal tahun 2022 menjadi tantangan Bulog Cirebon, mengingat beberapa wilayah tanaman padi sudah mulai menguning.
Sehingga, perlu mengeluarkan stok beras menjelang tiba musim panen yang diperkirakan awal Maret-April 2022.
“Di daerah Selatan (Cirebon) banyak (tanaman padi) sudah mulai menguning. Sudah mulai mau panen. Sementara stok kita besar. Nah ini jadi tantangan kita,” tandasnya. (Andriyana)
















































































































Discussion about this post