Menurut Aan idealnya satu Desa harus memiliki satu mesin EDC yang tersedia di masing-masing ewarung. “Padahal sesuai aturan pedoman umumnya bahwa setiap desa itu harus minimalnya satu mesin edisi,” ujarnya.
Pihaknya memberi teguran kepada bank penyalur dan meminta bank penyalur agar segera melengkapi mesin edisi disetiap Desa.
“Tentunya ini tanggung jawab BNI dan kita sudah tegur BNInya untuk pengadaan mesin edisi harus segera dipenuhi dalam waktu sebulan ini,” ungkapnya.
Pihaknya akan meminta Bupati Cirebon untuk memutuskan kerjasama dengan bank penyalur jika bank penyalur gagal melakukan pengadaan mesin edisi disetiap desa.
“Kalau masih belum bisa dipenuhi ini kami akan merekomendasikan bupati untuk mengganti saja BNI,” ujarnya.
Aanpun berharap agar pengadaan logistik e warung untuk penyaluran BPNT haris mengutamakan logistik dari desa tersebut.
“Terkait masalah penyaluran, e warung ini harus belinya ya dikecamatan sekitar, kaya beras harus beras lokal dari desa yang bersangkutan, jangan mengambil malah dari luar Desa atau luar kecamatan,” tuturnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post