KAB. CIREBON, (FC).- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengapresiasi langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Menurut Tito, pihaknya sengaja menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kabupaten Cirebon, karena wilayah Cirebon Raya perlu mendapatkan perhatian.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemendagri, Tito menganggap upaya yang dilakukan oleh Pemkab Cirebon cukup baik.
Hal tersebut salah satunya dilihat dari jumlah kasus positif yang menurun cukup signifikan. “Tadinya mencapai 500 kasus perhari, sekarang hanya 51,” ujar Tito, Rabu (28/7).
Selain itu, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit juga mengalamai penuruan. Saat ini, ujar Tito, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit turun menjadi 70 persen.
Selain itu, Tito juga menyambut baik angka kesembuhan di Kabupaten Cirebon yang mengalami peningkatan. Walaupun, ujarnya, masih perlu ditingkatkan lagi, agar bisa mencapai target nasional.
“Target kita, diatas 90 persen,” kata Tito.
Tito melihat angka kematian di Kabupaten Cirebon juga mengalami penurunan. Saat ini, tercatat angka kematian hanya 1,3 persen.
Turunnya angka kematian ini menunjukkan treatmen kesehatan yang dilakukan oleh Pemkab Cirebon sudah cukup baik. Namun, ia juga meminta angka kematian untuk terus bisa ditekan.
“Angka kematian harus terus ditekan, kasus covid juga harus menurun. Terutama penerapan prokes dengan baik,” kata Tito.
Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengatakan, dalam pertemuan itu, pihaknya menjelaskan terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Cirebon.
Menurut Imron, Mendagri meminta kasus Covid-19 di Kabupaten untuk terus ditekan. Selain itu, ia juga diminta untuk menjalankan intruksi dari provinsi ataupun pusat.
“Inti pertemuan tadi, kami menjelaskan perjalanan dan penanganan Covid-19 dan meminta Mendagri meminta kami untuk terus menekan angka kasus,” kata Imron.
Selain itu, Imron juga memastikan untuk segera merealisasikan sejumlah bantuan untuk masyarakat. Mendagri juga meminta bantuan tersebut segera bisa disalurkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Yang terpenting, nanti ada transparansi,” kata Imron. (Sarrah)


















































































































Discussion about this post