KUNINGAN, (FC).- Merebaknya baliho gambar tokoh partai politik di tingkat Nasional mendapat reaksi dari pengamat di Kabupaten Kuningan, salah satunya Sujarwo.
Disampaikan Sujarwo, kendati tidak melanggar aturan, maraknya pemasangan baliho yang beraroma politik menjelang perhelatan yang masih sangat jauh saat rakyat terengah-tengah dan menjerit karena wabah pandemi yang berkepanjangan, tentunya sangat menyakiti perasaan rakyat.
“Padahal masih banyak rakyat yang sangat membutuhkan kepedulian dan uluran tangan dari mereka yang berstatus tokoh politik,” ujar Mang Ewo panggilan akrab Sujarwo, Rabu (11/8).
Pemasangan baliho yang dipastikan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit tersebut, dikatakan Mang Ewo, saat rakyat kebanyakan dalam kondisi susah, dikhawatirkan akan menjadi action yang kontraproduktif.
“Artinya dengan pemasangan baliho tersebut dengan tujuan meraup simpati dari masyarakat, hasil yang didapat sebaliknya. Yakni sikap anti-pati dari rakyat,” kata Mang Ewo.
Padahal untuk mendapat simpati dari rakyat, lanjut Mang Ewo, masih ada action yang lebih produktif dari sekedar melakukan pemborosan dengan pemasangan baliho.
“Jika anggaran “balihonisasi” dialihkan kepada kebutuhan mendesak rakyat, hasil yang didapat akan lebih optimal, karena lebih mengesankan bahwa tokoh – tokoh yang “mejeng” di baliho memiliki kepedulian sosial,” sindir Mang Ewo.
Bagi Mang Ewo, pendekatan langsung dengan memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam situasi saat ini, terlebih dapat memenuhinya akan menjadi modal (pendekatan) yang lebih efektif dibanding sosialisasi dengan(kemegahan) baliho. (Ali)













































































































Discussion about this post