MAJALENGKA, (FC).- Kabupaten Majalengka masih menghadapi tantangan dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara meski telah didukung infrastruktur Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka yang dirilis per 6 Januari 2026, data kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam.
Pada November 2025, jumlah kedatangan tercatat sebanyak 181 orang, meningkat dibanding Oktober 2025 yang hanya 151 orang dan menjadi level terendah sepanjang tahun.
Sebelumnya, jumlah kunjungan turun signifikan dari 263 orang pada September 2025 menjadi 151 orang pada Oktober 2025. Kenaikan pada November menunjukkan adanya sinyal pemulihan, meski masih terbatas.
Jika ditarik ke tahun 2024, volume kedatangan wisman tercatat jauh lebih tinggi. Pada Januari 2024, jumlah kunjungan mencapai 641 orang dan meningkat menjadi 953 orang pada Februari.
Angka ini terus bergerak fluktuatif hingga mencapai puncak pada Mei 2024 sebanyak 1.360 orang dan Juli 2024 sebanyak 1.365 orang.
Namun, memasuki akhir 2024 tren mulai melemah. Kunjungan turun menjadi 735 orang pada November 2024 dan merosot tajam pada Desember 2024 sebanyak 337 orang.
Sepanjang 2025, kedatangan wisman relatif rendah. Tercatat 236 orang pada Januari, 207 orang pada Februari, 262 orang pada Maret, 334 orang pada April, dan 257 orang pada Mei 2025.
Kunjungan sempat naik pada Juni 2025 sebanyak 513 orang, sebelum kembali turun pada Juli 263 orang, Agustus 231 orang, dan September 263 orang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi pariwisata Majalengka belum sepenuhnya tergarap optimal. Padahal, keberadaan Bandara Kertajati membuka peluang besar untuk meningkatkan arus wisatawan mancanegara. (Andriyana)












































































































Discussion about this post