“Itu jelas tindakan brutal dari aparat, relawan yang ada disitu tujuannya untuk membantu, bukan peserta aksi. Jadi alasannya apa polisi melakukan tindakan penganiayaan,” ujar Feri kepada FC.
Padahal, masih menurut Feri, para Relawan tersebut mengenakan pakaian lengkap sebagai tenaga medis dengan logo Relawan Muhammadiyah. Selain itu juga, para relawan tersebut, berada tidak jauh dari Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat.
“Relawan kami dilengkapi dengan atribut yang lengkap, tapi tetap saja aparat kepolisian dengan brutal memukuli relawan yang sedang berada dijalan. Itu jelas kita kecam betul,” kata Feri.
Dijelaskan Feri, relawan diturunkam untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan baik bagi para demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak kegiatan demonstran. Selepas magrib, relawan ditugaskan didepan sebuah apartemen yang berdampingan dengan Kantor PP Muhammadiyah untuk memantau situasi. Namun, selang beberapa saat, datang rombongan Resmob Polda Metro Jaya dan kemudian tanpa sebab memukuli para relawan dan juga warga yang berada dihalaman apartemen tersebut.
“Empat orang yang bertugas seragam bertuliskan Relawan Muhammadiyah ditabrak dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul dan jatuh. Lalu mereka diseret kedalam mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang,” jelas Feri.
Meski demikian, Feri meminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi oleh pihak manapun. Namun dirinya tetap meminta kepada pihak kepolisian, agar bertindak secara profesional serta melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. (Muslimin)















































































































Discussion about this post