“Dari DPRD saya ke rumah dulu, berangkat sekitar setengah limaan sampai sana jam 6an karena macet, rapid tes ulang nunggu dua jam dan langsung keluar hasilnya, Alhamdulillah Non-reaktif,” jelasnya sambil menunjukan surat keterangan hasil pemeriksaan dan bukti hasil laboratorium RS. Putra Bahagia.
Walaupun hasil tes reaktif Rapid belum tentu positif Corona, namun dirinya sangat menyayangkan pihak Dinkes yang melakukan rapid tes pertama tidak menawarkan tes ulang pada saat itu, dan baru ditawarkan Rapid Tes ulang besoknya.
“Kan disitu reaktif, kenapa Dinkes tidak cepat mengambil langkah, kenapa harus menunggu besok, tidak ada penawaran tes ulang saat itu juga, bukan berarti karena harus ke Bandung atau apa, walaupun kalau reaktif rapid kan belum tentu positif corona, tapi kan tetap aja orang awam tahunya menjalur ke Corona, pihak Dinkes kurang tanggap dalam hal ini,” lanjutnya.
Menanggapi beragam penilaian dari beberapa Anggota DPRD ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr.Hj Susi Lusiyanti menyampaikan, Dinkes tetap fokus berusaha menurunkan kasus sedikit mungkin dan menjaga masyarakat Kuningan tetap sehat. Targetnya adalah menjaga semua masyarakat Kuningan agar tidak terpapar Covid-19.
“Ya biarin saja kan kita juga juga punya protap, yang penting tetap semangat menjaga masyarakat Kuningan agar tetap sehat, kerja tuntas kerja ikhlas, biar Allah saja yang balas lelah kita,” pungkas Susi.(Bambang)
















































































































Discussion about this post