KOTA CIREBON, (FC).- Berdiri kokoh selama ratusan bahkan ribuan tahun dengan pondasi yang kuat. Gua Sunyaragi salah satu saksi saksi sejarah berdirinya Kota Cirebon yang masih beberapa kali dikaitkan dengan hal perwujudan kekayaan dan kesuksesan.
Gua yang pernah alami kerusakan akibat bom Belanda ini beberapa kali dianggap sebagai tempat memohon hajat atau keinginan terhadap hal duniawi entah untuk kekayaan, Pemilihan Umum (Pemilu), Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Jodoh, dan masih banyak lagi.
Hal ini, tentunya membuat pengurus Gua Sunyaragi Jajat Sudrajat terus mengingatkan setiap pengunjung agar tidak mempercayai mitos tersebut. Sebab hal ini hanya dapat merusak citra dan makna sebenarnya dari bangunan gua sunyaragi ini didirikan.
Jajat Sudrajat, menyampaikan, para leluhur membangun Gua Sunyaragi guna melakukan ibadah seperti berdo’a dan i’tikaf, setiap sultan yang datang berkunjung datang guna memfokuskan pada ibadah.
Jajat juga menyampaikan, untuk keseluruhan bangunan di Gua Sunyaragi itu mengarah pada kiblat. Sehingga, jelas tujuan dibuatnya bangunan ini agar ibadah yang dilakukan lebih konsen atau focus. Selain itu, bangunan ini merupakan tempat singgah para keluarga kesultanan.
“Disini terdapat kamar keputren dan panembahan guna istirahat para putra dan putri kesultanan dan juga taman air untuk main para anak sultan, yang lokasinya tepat didepan gua langse,” ungkapnya kepada FC, Senin (5/10).
Setiap bangunan yang ada disini, kata Jajat, memiliki makna dan fungsinya masing-masing. Seperti, gua Pengawal yang terletak di paling depan dan seperti namanya gua ini diperuntukan untuk pengawal yang berjaga.
Gua Pandekemasan juga gua Simanyang yang berfungsi sebagai tempat istirahat para pengawal kesultanan. Adapun gua-gua lainnya seperti, Bangsal Jinem yang melambangkan rukun iman.
















































































































Discussion about this post