Kemudian sektor investasi perumahan, masih Agus, di kuningan ternyata dibeberapa titik sudah cukup padat, namun belum merata di kecamatan lainnya. Akan tetapi ketertarikan investor di wilayah yang cukup padat bisa ada kebijakan tersendiri.
“Contohnya jika ada wilayah yang sudah banyak perumahan, meski ada moratorium, tapi akan dibahas kembali dan bisa diterima jika rencana perumahan tersebut komersil, bukan perumahan subsidi,” ujar Agus.
Sementara itu, gebrakan tahun 2020 ini, setelah melihat sebaran distribusi perizinan, lanjut Agus, masih banyak yang jomplang. Untuk itu kedepan dia berencana memanfaatkan mobil keliling untuk jemput bola perizinan. Dan satu lagi, dia menginginkan adanya PTSP Service Point, yang dapat memudahkan dalam pelayanan perizinan. (ali)
















































































































Discussion about this post