INDRAMAYU, (FC).- Sebuah Kapal Nelayan KM. Ratu Samudra Mulya yang dinakhodai Karim, warga Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, tenggelam di perairan Laut Jawa pada koordinat 04016’062” E / 107051’913”.
KM. Ratu Samudra Mulya merupakan kapal penangkap cumi yang berangkat dari Jakarta dengan 10 orang awak, ditemukan terbalik oleh Kapal TB Bina Ocean 20. Sejumlah 9 orang awak berhasil diselamatkan, namun 1 orang dinyatakan hilang atas nama Ato, warga Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu.
Sembilan awak yang selamat itu adalah Karim Warga Parean, Kecamatan Kandanghaur, Buchori Kepala Kamar Mesin/KKM warga pamanukan Subang, Andiana dan Anda Lesmana ABK asal Kuningan, Ferdi Fernando ABK asal Bandar Lampung, Mustafa M ABK asal Singkawang Kalimantan Barat, Abdul Karim ABK asal Bogor, Giri Purnama ABK asal Cirebon, dan Eko P ABK asal Pandeglang Banten.
Kesembilan awak KM. Ratu Samudra Mulya yang selamat ini kemudian dibawa oleh TB. Bina Ocean 20 menuju Palembang.
Sementara itu, menurut informasi yang didapat telah ditemukan jenazah mengambang di laut sekitar perairan Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Belum dapat dipastikan apakah jenazah yang ditemukan ini adalah korban hilang dari KM. Ratu Samudra Mulya.
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait baik dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dan juga dengan daerah lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu Edi Umaedi menyatakan keprihatinannya terkait terjadinya kecelakaan laut yang menimpa nelayan Indramayu.
Beruntung jika masih ditemukan selamat. Terkadang para nelayan ini ditemukan sudah meninggal, bahkan ada yang jenazahnya tidak ditemukan.
“Kami sangat prihatin masih banyak pejuang pejuang perikanan (nelayan) yang mengalami kecelakaan di laut sampai meninggal bahkan terkadang jenazahnya tidak diketemukan,” ungkap.
Edi Umaedi menambahkan, pihaknya terus berupaya mengurangi potensi terjadinya kecelakaan laut dengan menginformasikan kepada nelayan terkait kondisi cuaca, angin, serta ombak. Informasi inilah diberikan secara rutin setiap hari agar nelayan mengetahui prakiraan cuaca kondisi di laut.
“Ikhtiar dari Pemda Indramayu sudah terus diupayakan untuk mengurangi musibah kecelakaan di laut dengan memberikan informasi iklim laut secara rutin dan pembinaan antisipasi kecelakaan di laut,” sambung Umaedi.
Selain itu juga, lanjut Edi, untuk membantu keluarga yang ditinggalkan manakala terjadi hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah berupaya memberikan stimulan asuransi bagi nelayan kecil.
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar melalui unggahan infografis di media sosialnya menyampaikan himbauan keselamatan pelayaran.
Bupati Nina Agustina menghimbau nelayan untuk memastikan kapal/perahu yang akan dipakai memang layak untuk berlayar, pastikan juga perlengkapan keselamatan tersedia setiap saat di kapal/perahu, jangan memaksa berlayar saat cuaca buruk, dan jangan membawa muatan melebihi kapasitas.
Tambah Bupati Nina Agustina, keselamatan di laut seharusnya menjadi perhatian utama semua nelayan karena perahu bisa dibuat, perlengkapan bisa dibeli, namun nyawa tidak ada gantinya.
“Sadarilah nyawa Anda tidak tergantikan, keluarga tercinta menunggu di rumah,” pungkasnya. (Agus Sugianto)












































































































Discussion about this post