“Saya maklum atas keluhan para ibu, dan ini tidak terjadi di Desa Kertasari saja, peristiwa seperti ini hampir terjadi dimana mana. Namun walaupun demikian pemerintah sudah cukup bijak dalam hal penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak adanya penyebaran virus yang menyerang fungsi pernapasan yang sampai saat ini belum diketemukan vaksin atau obatnya. Namun dengan adanya berbagai macam sumber bantuan, mudah mudahan saja bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini terkena dampak dari adanya covid 19,” ucap Sekcam Endang.
Dijelaskan Dia, inginnya para kuwu yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kuwu Kecamatan Ligung (FK3L) agar semua bansos baik dari pusat, provinsi, kabupaten ataupun dari Dana Desa agar dibagi rata, atau bergiliran disetiap bulannya. Namun aturannya tidak memperbolehkan sehingga membuat para Kepala Desa pusing tujuh keliling.
“Dari itu kami menghimbau kepada masyarakat, dengan adanya pandemi ini justru harus bisa meningkatkan nilai kesetiakawanan. Yang mampu harus berbagi kepada lingkungan sekitar. Kalau kesetiakawanan terus dijaga Insya Allah dampak pandemi ini bisa teratasi,” ujar Sekcam.
Sementara itu Kades Kertasari H.Cahyono, mengucapkan terimakasih atas kedatangan puluhan ibu ibu dari Blok Kalijaya, yang menyampaikan berbagai keluhan terkait bansos.
Namun pihaknya sudah secara maksimal dalam mendata dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Tapi andai masih ada yang belum kebagian, masyarakat diharap bersabar.
“Inginnya pihak desa, semua masyarakat mendapatkannya, namun apa daya kuota penerima terbatas,” pungkasnya singkat. (Munadi)











































































































Discussion about this post