Selain untuk menghindari celaka, upaya para pengemudi kendaraan menghindari lubang-lubang jalan itu juga guna mencegah kerusakan pada ban, kaki-kaki serta as roda.
Namun, tindakan para pengemudi kendaraan yang membanting setir secara tiba-tiba untuk menghindari lubang jalan itu justru menimbulkan ancaman baru.
Mereka bisa tertabrak oleh kendaraan yang ada di belakang jika jarak kendaraannya terlalu dekat.
‘’Benar-benar sangat membahayakan, terutama bagi pengemudi sepeda motor. Apalagi di jalur pantura kan banyak sekali mobil-mobil besar yang lewat,’’ ujar seorang warga Kecamatan Patrol, Imam.
Imam menambahkan, kondisi itu semakin berbahaya saat malam hari. Pasalnya, sejumlah titik lokasi di jalur pantura minim penerangan jalan umum (PJU) sehingga lubang-lubang jalan tidak terlihat dengan jelas oleh pengemudi kendaraan.
‘’Begitu pula saat hujan. Lubang-lubang jalan tertutup genangan air,’’ kata pria yang setiap hari melewati ruas jalan pantura karena bekerja di Kecamatan Indramayu tersebut.














































































































Discussion about this post