KAB. CIREBON, (FC).- Setiap orang pasti tidak ingin tertular oleh virus corona yang konon sangat berbahaya dan mematikan ini, tapi apalah daya. Seperti halnya kedua pasien Covid-19 asal Kabupaten Cirebon yang sudah dinyatakan sembuh atau negatif dari paparan Covid-19.
Kedua pasien tersebut adalah yang pertama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar dan kedua dr Fifik yang merupakan salah seorang dokter di rumah sakit Permata, Kabupaten Cirebon.
Saat dikonfirmasi sebelum mendonorkan plasma darahnya, Asdullah mengatakan, kalau ia pertama kali menduga tertular Covid-19 ini saat menjadi panitia hari raya kemerdekaan Indonesia. Setelah pulang dari kegiatan tersebut, ia mengalami permasalahan kesehatan, mulai dari batuk serta pilek.
Adanya gejala tersebut, Asdullah pun kemudian memeriksakan diri ke salah satu klinik yang ada di Kabupaten Cirebon. Namun, setelah satu pekan memeriksakan diri, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik.
“Tidak sembuh-sembuh, kepala dinas kesehatan menyarankan saya ikuti tes swab, hasilnya positif. Selama positif, saya juga isolasi mandiri di rumah,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Gandeng PMI Produksi Plasma Darah
Sementara itu, dr Fifik mengatakan, pihaknya merupakan salah satu orang yang rentan tertular, pasalnya ia harus berhadapan dengan orang sakit setiap harinya. Pihaknya mengaku tertular Covid-19 ini entah darimana dan dari siapa. Tetapi ketika pihaknya dilakukan swab tes hasil nya menunjukkan bahwa pihaknya terpapar Covid-19.
“Pengalaman saya, tidak lepas komunikasi dengan dokter. Karena ada keluhan yaitu demam dua hari tidak turun-turun, kemudian pengurangan penciuman, hilang pengecapan,” kata Fifik.
Selain itu, gejala yang dialami olehnya adalah nyeri badan yang dominan yang ia rasakan. Karena ia ada gejala maka disarankan oleh dokter untuk dirawat selama 14 hari.
“Selama dua pekan itu saya tidak ada kontak dengan dunia luar. Ini pengalaman saya. Jangan sampai tertular. Sayangi badan. Ingat protokol kesehatan,” katanya.
Sementara itu, menyikapi ada perlakuan pasien positif Covid-19 yang dikucilkan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein mengungkapkan seharusnya sebagai tetangga atau kerabat dekat mensupport dengan memberikan asupan gizi sehari tiga kali. Teknisnya lanjut dia, pagi giliran siapa, siang siapa dan malam siapa.
“Menutup gang atau melintas depan rumahnya jangan takut. Toh seharusnya kita berikan motivasi agar pasien yang positif itu cepet sembuh. Bukan mengucilkannya,” kata Fariz.
Menurut Fariz, untuk menghindari terpapar atau tertular oleh virus corona, cuma cukup 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir. “Dijamin kalau 3M digalakkan maka akan jauh dari kata tertular. Jika sebaiknya kalau kita tidak patuh dan taat maka siap-siap tertular,” tukasnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post